Cerita Ketua DPRD Barito Timur dari Retret di Magelang

Dalam forum tersebut, peserta mendapat penguatan wawasan kebangsaan, kepemimpinan strategis, serta kemampuan membaca dinamika global yang kian kompleks.

Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, saat mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer Magelang, 12-19 April 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, membagikan pengalaman dan substansi penting yang ia peroleh usai mengikuti retret atau Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer Magelang, 12-19 April 2026. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kemarin kita mendapatkan telegram dari Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) bahwa seluruh ketua DPRD kabupaten/kota se-Indonesia diharuskan dan diundang untuk mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diadakan oleh Lemhanas RI di Akmil Magelang,” ujar Nursulistio saat penutupan acara tersebut, Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai sejak 12 April 2026 di Jakarta untuk koordinasi awal, sebelum seluruh peserta berkumpul di Magelang pada 15 April hingga penutupan pada 19 April 2026.

“Kegiatan ditutup tadi oleh Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, setelah sebelumnya dibuka oleh Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar bersama para pejabat tinggi,” jelasnya.

Retret ini tidak sekadar seremoni, melainkan forum pembelajaran intensif yang diisi pemateri berkompeten, mulai dari purnawirawan TNI hingga akademisi dan guru besar. Dalam forum tersebut, peserta mendapat penguatan wawasan kebangsaan, kepemimpinan strategis, serta kemampuan membaca dinamika global yang kian kompleks.

“Poinnya adalah KPPD tahun 2026 ini bertujuan untuk menyelaraskan dan mensinergikan pemerintah pusat dan daerah,” tegas Nursulistio.

Ia menambahkan, program prioritas nasional seperti Asta Cita Presiden menjadi fokus utama yang harus diintegrasikan dengan kebijakan di daerah.
Menurut Ketua DPRD, retret ini juga menjadi ruang diskusi terbuka antar pemangku kepentingan. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertukar pandangan terkait kondisi riil di daerah masing-masing.

BACA  Reses Tiga Hari, Ketua DPRD Bartim Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Alsintan dari Warga

“Dalam forum retret ini banyak didiskusikan bagaimana Program Asta Cita, bagaimana sinergitas dan sinkronisasi ke daerah, serta bagaimana cara menyikapi kondisi global yang tidak menentu,” ungkapnya.

Sejumlah menteri turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Menteri ESDM, Menteri Perumahan Rakyat, dan Menteri Kesehatan. Kehadiran para pejabat tinggi ini memberikan perspektif komprehensif mengenai arah kebijakan nasional serta tantangan pembangunan lintas sektor.

Lebih lanjut, Nursulistio menilai retret KPPD ini memiliki nilai strategis karena merupakan yang pertama kali digelar khusus bagi Ketua DPRD, setelah sebelumnya diikuti kepala daerah, wakil kepala daerah, hingga kepala desa. Esensinya tetap sama, yakni memperkuat integritas, nasionalisme, dan semangat patriotisme dalam menjalankan amanah rakyat.

“Intinya bagaimana para pimpinan daerah bisa memperjuangkan dan memberikan kebijakan strategis yang berpihak kepada masyarakat, serta mampu merespons gejolak global dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Nursulistio menegaskan, hasil dari retret ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana. DPRD bersama pemerintah daerah Barito Timur akan menindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan Forkopimda serta pemangku kepentingan lainnya.

“Tinggal selanjutnya bagaimana kita menyelaraskan Asta Cita dengan visi misi kepala daerah dan memberikan solusi atas berbagai keluhan masyarakat, serta mengelola sumber daya untuk pelayanan publik yang maksimal,” katanya.

Di akhir keterangannya, Nursulistio berharap seluruh elemen, baik eksekutif maupun legislatif di Barito Timur, mampu mengambil manfaat nyata dari kegiatan tersebut.

“Kami berharap bukan sekadar mengikuti retret, tetapi benar-benar dapat berbuat yang terbaik untuk kemajuan Barito Timur yang kita cintai,” pungkasnya. (BME-1)