BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur meningkatkan pengawasan keamanan dengan menggelar razia insidentil pada Jumat malam, 17 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Wisma Gagak itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan, Dhimas Calandra Anggita, bersama regu pengamanan yang bergerak secara mendadak menyasar blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Razia malam tersebut dilakukan sebagai langkah konkret memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Instruksi itu merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, yang menekankan pentingnya pengawasan rutin dan terukur di lingkungan pemasyarakatan.
Dhimas menegaskan, razia insidentil menjadi strategi efektif untuk menutup celah pelanggaran yang kerap muncul tanpa terdeteksi.
“Kami bergerak secara mendadak agar pengawasan berjalan optimal dan tidak memberi ruang bagi potensi gangguan keamanan di dalam rutan,” ujarnya usai kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh di setiap kamar hunian. Proses pemeriksaan berlangsung dengan pendekatan humanis, namun tetap tegas dan sesuai prosedur. Setiap barang milik warga binaan diperiksa secara detail untuk memastikan tidak ada benda yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Hasil razia menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun obat-obatan terlarang. Meski demikian, petugas masih mengamankan sejumlah barang berbahan kaca dan logam yang tergolong terlarang di Rutan. Barang-barang tersebut langsung disita, didata, dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebut razia insidentil sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan rutan tetap aman dan terkendali.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata deteksi dini guna mencegah potensi gangguan kamtib. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memastikan lingkungan rutan tetap aman, tertib, dan kondusif,” katanya.
Agung juga menambahkan bahwa keberhasilan menciptakan kondisi rutan yang aman tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran warga binaan untuk mematuhi aturan.
“Kami ingin membangun suasana yang tertib dan saling menghormati, sehingga proses pembinaan dapat berjalan optimal,” ucapnya.
Dengan intensifikasi razia dan pengawasan yang konsisten, Rutan Tamiang Layang menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dari pelanggaran serta mampu menjamin keamanan bagi seluruh penghuni dan petugas. (BME-1)








