Winda Sari Dorong Penguatan Produksi dan Pemasaran BUMDes Mitra Mandiri Desa Matabu

Dalam kesempatan tersebut, Winda tidak hanya meninjau, tetapi juga ikut merasakan langsung proses panen hasil kebun seperti terung dan tomat, hingga memanen ikan lele dari kolam budidaya milik BUMDes Mitra Mandiri.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur dari Fraksi Partai Perindo, Winda Sari (tiga dari kiri), saat memanen terung hasil kebun BUMDes Mitra Mandiri di Desa Matabu, Jumat, 10 April 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Winda Sari, menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi desa dengan mendukung unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Mandiri di Desa Matabu. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha, sekaligus membeli hasil pertanian dan perikanan yang dikelola BUMDes sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap produk lokal, Jumat, 10 April 2026.

Kunjungan legislator dari Fraksi Partai Perindo itu disambut hangat oleh Kepala Desa Matabu, Juni Setiawan, bersama perangkat desa. Dalam kesempatan tersebut, Winda tidak hanya meninjau, tetapi juga ikut merasakan langsung proses panen hasil kebun seperti terung dan tomat, hingga memanen ikan lele dari kolam budidaya milik BUMDes Mitra Mandiri.

Kepala Desa Matabu, Juni Setiawan, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh wakil rakyat terhadap pengembangan ekonomi desa melalui BUMDes. Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang dukungan lebih luas dari pemerintah daerah guna memperkuat kapasitas usaha yang telah berjalan.

“Kami mengapresiasi kunjungan kerja anggota DPRD Barito Timur ke desa kami untuk melihat langsung hasil perkebunan dan perikanan dari unit usaha BUMDes Mitra Mandiri. Kami berharap dengan kunjungan ini kami bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Juni mengungkapkan sejumlah kebutuhan mendesak guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha BUMDes, mulai dari pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, pembangunan greenhouse, hingga kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat desa.

“Selain kebutuhan traktor dan greenhouse untuk meningkatkan produksi, kami juga membutuhkan penyerapan hasil pertanian yang jelas ketika panen tiba, agar petani tidak kesulitan dalam pemasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Winda Sari menilai BUMDes Mitra Mandiri memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai motor penggerak ekonomi desa. Ia menyoroti keseriusan pemerintah desa dan pengelola BUMDes dalam mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan.

BACA  Rafi Hidayatullah Desak Audit PT ABB Usai Bentrok dengan Warga di Kapuas

“Ini potensinya sangat bagus dan hasil panen dari BUMDes cukup banyak, seperti pisang, tomat, terung, ikan maupun telur. Jadi pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait perlu memberikan dukungan yang maksimal, baik melalui peningkatan produksi, alsintan, hingga promosi dan pemasaran,” tegasnya.

Menurut Winda, pengembangan BUMDes tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi semata, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan manajemen usaha, akses permodalan, serta jaringan pemasaran yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, BUMDes dapat menjadi tulang punggung ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Kita berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait dapat terus diperkuat guna mendorong BUMDes Mitra Mandiri menjadi contoh sukses pengelolaan usaha desa yang mandiri dan berdaya saing,” tandasnya. (BME-1)