
Sumber : mmc.kalteng.go.id
BERITA62.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mulai menyusun secara detail skema Kredit UMKM HAGUET tahun 2026 melalui rapat yang digelar di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (20/4/2026). Program ini tak hanya fokus pada akses modal, tetapi juga pada perhitungan matang agar berdampak nyata bagi ekonomi daerah.
Rapat tersebut dipimpin Plt. Asisten II Setda Kalteng, Darliansjah, yang menegaskan bahwa penyempurnaan skema dilakukan sebagai lanjutan dari pembahasan sebelumnya agar program berjalan lebih sinkron dan terarah.
Dalam perencanaannya, Pemprov Kalteng bahkan telah mulai menghitung potensi penyaluran kredit secara konkret. Jika program menyasar sekitar 3.000 pelaku usaha dengan plafon rata-rata Rp50 juta, maka total pembiayaan bisa mencapai Rp150 miliar.
Tak hanya itu, kebutuhan subsidi bunga juga diperkirakan mencapai sekitar Rp4,5 miliar per tahun, sebagai bagian dari dukungan pemerintah agar kredit tetap ringan bagi pelaku usaha.
“Pelaksanaan program ini harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan mitigasi risiko yang baik, sehingga tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dapat dijaga di bawah 3 persen,” ujarnya.
Dari sisi tujuan, program Kredit HAGUET dirancang untuk meningkatkan produktivitas UMKM, memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Tengah.
Namun, agar program berjalan efektif, pemerintah juga menekankan pentingnya kejelasan sasaran penerima dan mekanisme penyaluran. Kredit akan diarahkan kepada pelaku usaha yang telah memiliki rekam jejak usaha, sehingga dinilai lebih siap dalam mengelola pembiayaan.
“Ke depan, penyaluran kredit lebih tepat diberikan kepada individu dengan sasaran utama usaha mikro dan kecil yang telah berjalan minimal 6 sampai 12 bulan, sehingga memiliki rekam jejak usaha yang jelas,” tuturnya.
Selain itu, keterlibatan berbagai pihak seperti perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, dan lembaga penjamin juga menjadi bagian penting dalam memastikan skema berjalan optimal. Bank Kalteng sendiri menyatakan kesiapan dalam menyiapkan analisa pembiayaan, meski tetap menekankan perlunya mitigasi risiko mengingat karakter kredit mikro yang lebih rentan.
Dengan perhitungan yang semakin matang, Kredit HAGUET 2026 diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga instrumen strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis UMKM di Kalimantan Tengah.







