BERITA62.COM, Barito Timur – Damang Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Hengki, menyebut PT Bhadra Cemerlang (BCL) belum pernah menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kegiatan lembaga adat atau kadamangan di wilayahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hengki di sela kegiatan mediasi sengketa lahan antara ahli waris Bawoi Udong dan PT BCL, yang difasilitasi oleh Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Sosial (PKS) Barito Timur. Mediasi berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Hengki menuturkan, selain persoalan kebun plasma yang belum dijalankan perusahaan, pihak kadamangan juga telah berulang kali mengajukan permintaan CSR namun belum mendapat tanggapan serius.
“Terlepas dari plasma yang belum dilaksanakan oleh PT BCL, CSR yang kami minta dari keadaan juga hanya dijawab dengan kata tunggu dulu,” ujarnya.
Damang kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi CSR dari perusahaan untuk kegiatan keadatan.
“Belum. Berbagai macam proposal kita untuk kadamangan ini tidak ditanggapi,” tegas Hengki.
Menurutnya, lembaga adat memiliki keterbatasan anggaran karena selama ini hanya mengandalkan dana hibah pemerintah yang jumlahnya sangat terbatas. Karena itu, Hengki berharap perusahaan dapat berkontribusi melalui CSR sebagaimana arahan pemerintah provinsi.
“Ada instruksi dari gubernur kalau bisa pihak ketiga (perusahaan) membantu, tapi kami buat proposal tidak pernah ditanggapi. Harapan kami ke depan supaya itu dilakukan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Chief Development Officer (CDO) PT BCL, Bambang Budiansyah, ketika dimintai tanggapan terkait tuntutan kebun plasma dan CSR, memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menyebut hal tersebut berada di luar substansi mediasi yang sedang berlangsung.
“Kalau itu mungkin di luar substansi, nanti saya akan konfirmasi dengan perusahaan,” jawab Bambang singkat.
PT BCL diketahui merupakan bagian dari jaringan korporasi PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) yang beroperasi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk di Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur. (BME-1)







