Umum  

Selangkah dari Petaka: Pohon Tua Roboh, Dua Rumah Warga Haringen Luluh

Tak lama berselang, suara keras menghantam rumahnya. Saat menengok kembali, atap dapur telah hancur, tertindih batang dan dahan pohon beringin yang ambruk diterjang angin.

Rumah warga yang tertimpa pohon di Desa Haringen Kabupaten Barito Timur, Kamis, 18 Desember 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Hujan turun deras di Desa Haringen Kabupaten Barito Timur pada Kamis sore, 18 Desember 2025. Angin kencang menyertai, menggoyang pepohonan yang selama ini berdiri diam sebagai saksi kehidupan warga.

Menjelang senja, sekitar pukul 17.00 WIB, ketenangan RT 01 Desa Haringen mendadak pecah oleh suara dentuman keras. Sebuah pohon beringin tua tumbang, menimpa dua rumah warga sekaligus, menghancurkan bangunan, namun menyisakan satu anugerah yang tak ternilai, tidak ada nyawa melayang.

Di salah satu rumah itu, Nurhetha (57) semula berada di dapur, menyiapkan hidangan sore. Beberapa menit sebelum musibah terjadi, ia berpindah ke ruang tengah sambil menunggu masakannya matang. Keputusan sederhana itu menjadi penentu. Tak lama berselang, suara keras menghantam rumahnya. Saat menengok kembali, atap dapur telah hancur, tertindih batang dan dahan pohon beringin yang ambruk diterjang angin.

Kapolsek Dusun Timur, Ipda Sulkhan Sururi, membenarkan peristiwa tersebut.

“Pohon tumbang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Bangunan dapur dan bagian rumah korban mengalami kerusakan berat, tetapi seluruh penghuni dalam keadaan selamat,” ujarnya, Jumat, 19 Desember 2025.

Tak jauh dari rumah Nurhetha, rumah milik anaknya, Henso Wijaya (31), ikut terdampak. Saat kejadian, Henso tengah bekerja di PT Rimau Group. Kabar pohon tumbang yang menimpa rumah ibunya dan rumah pribadinya ia terima melalui telepon. Ia segera pulang, diliputi kecemasan akan keselamatan istri dan anaknya yang masih balita. Kekhawatiran itu terjawab ketika ia mendapati seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material berupa kerusakan atap dapur, kamar, WC, serta perabot rumah tangga,” tambah Kapolsek.

Warga sekitar menyebutkan, pohon beringin atau nunukan yang tumbang diperkirakan telah berusia sekitar 30 tahun dan diduga lapuk dimakan usia. Peristiwa tersebut dinilai sebagai musibah murni akibat cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah Barito Timur.

BACA  Karang Taruna Dusun Timur Galang Donasi untuk Korban Kebakaran di Desa Haringen

Di tengah kepiluan akibat kerusakan rumah, kepedulian justru menguat. Kepala Desa Haringen, Yasen, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah melalui instansi terkait maupun donatur dari pihak swasta dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak.

“Harapan kami, Pemda bisa membantu masyarakat yang terkena musibah ini, terutama dari bidang penanggulangan bencana, BPBD kabupaten, agar peduli terhadap kondisi warga kami,” katanya.

Yasen juga mengimbau seluruh warga Desa Haringen untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah serta menebang pohon yang berpotensi roboh ke arah permukiman.

“Lebih baik bersedia payung sebelum hujan, sesuai arahan Bapak Bupati,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Desa Haringen memastikan akan menyalurkan bantuan melalui dana tanggap bencana desa.

Sejak pagi hari, aparat desa, warga, dan BPBD Kabupaten Barito Timur bergotong royong membersihkan material kayu dan sisa bangunan yang rusak. Musibah itu memang meruntuhkan atap dan dinding rumah, tetapi tidak merobohkan semangat warganya.

Di Desa Haringen, di bawah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, kebersamaan menjadi penopang utama untuk bangkit, selangkah menjauh dari petaka, selangkah lebih dekat pada harapan. (BME-1)