Dari Keranjang ke Troli: Kisah Inspiratif di Balik Inovasi Belanja yang Tak Pernah Kita Sadari

Ilustrasi penemuan troli belanja oleh Goldman.

BERITA62.COM – Bayangkan kamu memasuki sebuah supermarket tanpa troli atau keranjang. Setiap barang yang kamu ambil harus kamu peluk erat di tangan, satu per satu, hingga akhirnya kamu menyerah—bukan karena uang, tapi karena keterbatasan tangan manusia.

Di masa lalu, itulah kenyataan yang dihadapi pembeli. Hingga suatu hari, seorang pria sederhana bernama Sylvan Goldman—pemilik jaringan supermarket Humpty Dumpty di Oklahoma, Amerika Serikat—mengubah segalanya.

Tahun 1937. Goldman menghadapi dilema yang tak terlihat, para pelanggan membeli sedikit barang karena mereka kelelahan membawa keranjang belanja yang berat. Penjualan pun terhambat bukan karena harga, melainkan karena keterbatasan fisik manusia. Ia tahu, solusi itu bukan soal diskon, tapi soal kenyamanan.

Di suatu malam penuh ide, Goldman memperhatikan kursi lipat di kantornya. Ia mendapat pencerahan. Bayangkan jika kursi itu diberi roda dan keranjang di atasnya—bukankah orang bisa “mendorong” belanjaan mereka alih-alih memanggulnya?

Bersama teknisinya, Fred Young, Goldman merancang troli belanja pertama di dunia: rangka logam seperti kursi lipat, dengan dua keranjang kawat di atasnya dan roda kecil di bawahnya. Sederhana, tapi revolusioner.

Namun, seperti banyak inovasi besar lainnya, ide cemerlang itu tak langsung disambut hangat. Pelanggan menolak. Pria merasa troli terlalu feminin, wanita tak ingin diduga lemah, dan orang tua menganggapnya rumit. Tapi Goldman tidak menyerah.

Dengan penuh kecerdikan, ia menyewa model pria dan wanita untuk berpura-pura menggunakan troli dengan senang hati di tokonya. Efeknya luar biasa. Para pelanggan mulai mencoba, lalu menyukainya. Dalam waktu singkat, troli menjadi standar belanja modern di seluruh Amerika—dan dunia.

Kini, kita mendorong troli tanpa berpikir. Tapi di balik roda-roda kecil itu tersimpan semangat pantang menyerah, kreativitas, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah nyata dengan cara sederhana.

Troli belanja adalah bukti bahwa inovasi tak selalu datang dari laboratorium atau universitas ternama. Kadang, ia lahir dari rasa lelah melihat keranjang yang terlalu berat, dan tekad seorang pengusaha untuk membuat hidup lebih ringan. (BME-1)