Ratusan Warga Binaan Rutan Tamiang Layang Jalani Deteksi Dini Penyakit Menular

Petugas kesehatan memulai rangkaian pemeriksaan dengan mengidentifikasi gejala TB dan HIV, kemudian melanjutkan dengan pengambilan sampel darah serta dahak untuk pemeriksaan lanjutan.

Skrining Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Tamiang Layang, Jumat, 24 April 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur secara aktif melakukan deteksi dini penyakit menular dengan menggelar skrining Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat, 24 April 2026.

Sebanyak 270 WBP dan 15 pegawai mengikuti pemeriksaan yang dipusatkan di klinik Rutan.

Rutan menggandeng Dinas Kesehatan Barito Timur dalam kegiatan ini sebagai tindak lanjut program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), mengingat lingkungan pemasyarakatan memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit infeksi.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Teddy Taroreh, menegaskan bahwa skrining menjadi langkah penting dalam mendeteksi kasus sejak dini.

“Skrining ini menjadi langkah strategis untuk menemukan kasus secara cepat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan dan risiko penyebaran dapat ditekan,” ujarnya.

Petugas kesehatan memulai rangkaian pemeriksaan dengan mengidentifikasi gejala TB dan HIV, kemudian melanjutkan dengan pengambilan sampel darah serta dahak untuk pemeriksaan lanjutan. Kepala Puskesmas Tamiang Layang, Dandang Suseno, menegaskan metode ini memastikan akurasi diagnosis.

“Kami ingin memastikan setiap potensi kasus terdeteksi secara komprehensif, tidak hanya berdasarkan gejala awal,” katanya.

Selain melakukan skrining penyakit menular, petugas juga melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan dan pegawai. Program ini memperkuat upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik di lingkungan hunian maupun tempat kerja di dalam Rutan.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tamiang Layang. Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama dalam melindungi kesehatan warga binaan dan petugas,” ucapnya.

Agung menegaskan, skrining rutin menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga kondisi rutan tetap aman dari ancaman penyakit menular.

BACA  Rangkaian HDKD ke-78 Dimulai dengan Doa Kemenkumham untuk Negeri

“Kami ingin menjadikan Rutan sebagai lingkungan yang tidak hanya aman secara keamanan, tetapi juga sehat secara medis,” tandasnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti setiap tahapan pemeriksaan. Partisipasi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di kalangan warga binaan dan petugas, sekaligus mencerminkan keberhasilan pendekatan edukatif yang selama ini dilakukan pihak rutan bersama tenaga kesehatan. (BME-1)