Berita  

Bartim Bentuk Garda Siaga Bencana, Libatkan TNI-Polri hingga Relawan Desa

Keanggotaannya melibatkan unsur TNI, Polri, relawan kebencanaan, ORARI/RAPI, dunia usaha pertambangan dan perkebunan, Pramuka, Paskibraka, hingga masyarakat desa.

Bupati Barito Timur M Yamin dan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu, saat mengukuhkan Tim Tanggap Bencana di Tamiang Layang, Sabtu, 7 Februari 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah dengan mengukuhkan Tim Tanggap Bencana sebagai ujung tombak penanganan berbagai potensi musibah, Sabtu, 7 Februari 2026.

Pengukuhan yang dilakukan oleh Bupati M Yamin tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Barito Timur membangun respons kebencanaan yang cepat, terkoordinasi, serta memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas dalam setiap tindakan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali, menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut merupakan strategi penting agar pemerintah hadir bukan hanya saat bencana terjadi, melainkan sejak jauh hari sebelum ancaman datang.

“Tim ini dibentuk untuk menjamin respon yang cepat, tepat dan efektif, dengan koordinasi lintas sektor serta pertanggungjawaban yang jelas dalam setiap tindakan,” ujarnya di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, unsur Forkopimda, relawan dan elemen masyarakat.

Tim Tanggap Bencana Kabupaten Barito Timur dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 180/410/HUK/2025. Keanggotaannya melibatkan unsur TNI, Polri, relawan kebencanaan, ORARI/RAPI, dunia usaha pertambangan dan perkebunan, Pramuka, Paskibraka, hingga masyarakat desa.

Gazali menyebut sinergi lintas sektor tersebut dirancang untuk menciptakan kekuatan respons terpadu dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang siap bergerak cepat.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap potensi bencana di Barito Timur dihadapi dengan kesiapan maksimal, bukan kepanikan,” katanya.

Selain pengukuhan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelatihan serta simulasi penanganan bencana yang melibatkan BASARNAS Kalimantan Tengah, BPBPK Provinsi Kalteng, PLN Tamiang Layang, Dinas Kesehatan, serta DP3AKB Barito Timur.

Materi pelatihan mencakup simulasi penyelamatan korban tenggelam akibat banjir hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas personel dan relawan agar mampu bertindak cepat, tepat, serta terkoordinasi di lapangan.

BACA  PT SLS Gelar Konsultasi Publik Rencana Pasca Tambang

“Dengan terbentuknya Tim Tanggap Bencana ini, kami berharap Barito Timur semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman, sekaligus mendukung terwujudnya Bartim SEGAH (Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis),” tutup Gazali. (BME-1)