Kasus Narkoba Naik Tiga Tahun Berturut-turut, Pemkab Bartim Dorong Penguatan P4GN Lintas Sektor

Kolaborasi yang solid menjadi kunci menekan peredaran narkotika sekaligus melindungi generasi muda.

Pemkab Barito Timur menggelar Audiensi P4GN bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa, 20 Januari 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur mendorong penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara lintas sektor menyusul meningkatnya jumlah kasus narkoba dalam tiga tahun terakhir. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan dan masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan M Yamin saat audiensi P4GN bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa, 20 Januari 2026.

Audiensi dihadiri Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Pol Mada Roostanto beserta jajaran, Wakil Bupati Barito Timur, Sekretaris Daerah Barito Timur dan unsur Forkopimda, yakni Ketua DPRD Barito Timur, Dandim 1012/Buntok, Kapolres Barito Timur serta Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur.

Selain itu, turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Barito Timur, Ketua Pengadilan Agama Barito Timur, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Barito Timur, Kepala Instansi Vertikal, Korwil BINDA Barito Timur, para Camat se-Kabupaten Barito Timur, perwakilan kepala SMA/SMK dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Barito Timur menyebut audiensi P4GN sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci menekan peredaran narkotika sekaligus melindungi generasi muda.

“Berdasarkan data tiga tahun terakhir, kasus narkoba di Kabupaten Barito Timur menunjukkan tren peningkatan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi muda,” kata Yamin.

Ia merinci, pada 2023 tercatat 15 kasus narkoba. Angka tersebut meningkat menjadi 29 kasus pada 2024 dan kembali naik menjadi 32 kasus pada 2025. Mayoritas pelaku berasal dari kalangan swasta, dengan sebagian kecil di antaranya menjalani rehabilitasi.

BACA  Presiden Minta Perusahaan Tambang Tiru Upaya PT Vale Indonesia Perbaiki Lingkungan

Kepala Daerah juga menekankan peran keluarga dan sekolah sebagai garda terdepan pencegahan narkoba pada anak dan remaja. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dan pengawasan yang bijaksana serta menanamkan nilai moral dan agama sejak dini.

Di sisi lain, sekolah didorong memperkuat pendidikan anti narkoba, peran guru bimbingan konseling dan deteksi dini terhadap peserta didik.

“Sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah akan menjadi pagar betis yang kokoh agar anak-anak kita terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Yamin.

Pada kesempatan itu, Bupati Barito Timur menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNNP Kalimantan Tengah beserta jajaran atas dukungan dalam upaya P4GN di wilayah setempat.

“Kami berharap audiensi ini menghasilkan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan demi menjaga keamanan, kesehatan dan masa depan generasi muda dari ancaman narkotika,” ucapnya. (BME-1)