BERITA62.COM, Palangka Raya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Barito Timur. Heniati, guru SMA Negeri 1 Paju Epat sekaligus pendiri Komunitas Pesona Puisi, berhasil menjadi satu-satunya perwakilan daerah tersebut yang lolos dalam penjaringan ketat Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi se-Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Palangka Raya, 20-24 April 2026.
Capaian ini menjadi tonggak bersejarah bagi gerakan literasi di Barito Timur. Heniati tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mengangkat eksistensi komunitas literasi berbasis desa hingga ke tingkat provinsi.
Keberhasilan tersebut merupakan kelanjutan dari prestasi sebelumnya. Pada 2025, Komunitas Pesona Puisi yang digagas Heniati meraih Juara 3 dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Barito Timur di bidang pendidikan. Konsistensi dalam mengembangkan inovasi literasi menjadi faktor utama yang mengantarkan komunitas ini menembus level lebih tinggi.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan yang digelar di Aurila Hotel Palangka Raya, Ketua Panitia, Nada Putri, mengungkapkan rasa antusiasnya atas kehadiran perwakilan dari Barito Timur. Ia menyebut, pihak Balai Bahasa telah lama menantikan munculnya komunitas literasi aktif dari wilayah tersebut.
“Kami sudah lama mencari komunitas literasi yang aktif dan memenuhi persyaratan di Barito Timur, dan baru kali ini menemukannya melalui Komunitas Pesona Puisi,” ujarnya.
Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Sukardi Gau. Ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam menjaga bahasa sebagai identitas bangsa melalui semangat Trigatra Bangun Bahasa.
“Komunitas memiliki peran strategis dalam menguatkan identitas bangsa. Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” katanya.
Menanggapi pencapaian tersebut, Heniati mengaku bangga sekaligus terharu dapat membawa nama Barito Timur ke tingkat provinsi.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi saya bisa membawa nama Kabupaten Barito Timur ke tingkat provinsi. Semoga pemerintah daerah juga turut bangga dengan kehadiran komunitas kami yang berpusat di SMAN 1 Paju Epat namun juga aktif bergerak di masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Dukungan lintas sektor menjadi kunci utama, mulai dari pihak sekolah, pemerintah daerah, hingga pemerintah kecamatan.
Kepala SMAN 1 Paju Epat, Janu, disebut konsisten mendukung berbagai inovasi literasi, sementara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Barito Timur turut memperkuat kolaborasi program. Selain itu, Camat Paju Epat, Fredi Tangkasiang, memberikan dukungan legalitas melalui izin operasional resmi komunitas.
Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, Heniati mengikuti pembinaan intensif dengan 12 materi esensial, mulai dari kebijakan literasi, manajemen komunitas, pemanfaatan perpustakaan, hingga teknik penulisan dan public speaking. Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan kreativitas komunitas literasi.
Di akhir kegiatan, Heniati menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga, rekan kerja dan siswa menjadi kekuatan utama dalam perjalanannya.
“Terima kasih atas semua dukungannya, terutama keluarga yang selalu mendampingi. Tak lupa dukungan semua rekan kerja serta seluruh siswa SMA Negeri 1 Paju Epat yang selalu di hati saya. Mereka adalah semangat saya untuk terus berani berkarya secara bersama,” tuturnya.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, Komunitas Pesona Puisi siap kembali ke Desa Telang untuk memperkuat gerakan literasi dan menjaga kelestarian bahasa daerah di Barito Timur.
“Salam Literasi! Amun puang takam hiye lagi – kalau bukan kita, siapa lagi,” pesan Heniati. (BME-1)








