BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program Pembelajaran Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) yang digelar, Kamis, 15 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan hak pendidikan sekaligus strategi membekali WBP dengan keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan setelah bebas nanti.
Program Calistung dilaksanakan di aula klinik Rutan dan diikuti oleh sejumlah WBP terpilih, khususnya mereka yang masih mengalami keterbatasan kemampuan baca tulis akibat rendahnya tingkat pendidikan terakhir.
Melalui kegiatan ini, Rutan Tamiang Layang berupaya membangun fondasi literasi sebagai pintu masuk peningkatan kualitas diri serta kemandirian para WBP selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan kegiatan didampingi langsung oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, bersama staf subseksi serta tiga orang Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan Batch 2 yang bertugas sebagai pembina kepribadian. Para pembina memberikan pendampingan intensif dengan pendekatan personal agar materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.
Selama proses pembelajaran, suasana kelas berlangsung tertib dan kondusif. Interaksi antara pembina dan WBP berlangsung komunikatif dengan metode pengajaran yang disesuaikan, mulai dari pengenalan huruf, penyusunan kata hingga latihan berhitung sederhana. Pendekatan ini membuat peserta lebih aktif dan percaya diri dalam mengikuti setiap sesi.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Junaidi, menegaskan bahwa program Calistung memiliki makna strategis dalam sistem pembinaan di Rutan Tamiang Layang.
“Pembelajaran Calistung ini bukan sekadar mengajarkan membaca dan menulis, tetapi menjadi sarana membangun kepercayaan diri serta membuka kesempatan baru bagi warga binaan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya saat memberikan arahan kepada peserta.
Menurut Junaidi, kemampuan literasi dasar akan sangat menentukan kesiapan WBP saat kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin setiap warga binaan memiliki bekal minimal yang berguna agar mereka bisa lebih mandiri dan tidak kembali terjerumus. Dengan bisa membaca, menulis dan berhitung, mereka punya peluang lebih besar untuk bekerja dan berdaya guna,” ujarnya.
Junaidi menambahkan bahwa Rutan Tamiang Layang akan terus mengembangkan program pembinaan yang menyentuh kebutuhan nyata WBP.
“Pembinaan bukan hanya soal kedisiplinan, tetapi bagaimana kami mempersiapkan mereka menjadi manusia yang siap hidup lebih baik setelah menjalani masa pidana. Program Calistung ini salah satu langkah konkret ke arah itu,” pungkasnya. (BME-1)






