BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur membuka sayembara penentuan nama dan lambang Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang akan dibentuk di wilayah Barito Timur. Sayembara ini ditujukan bagi masyarakat setempat sebagai bentuk pelibatan publik dalam memperkuat identitas satuan strategis yang berperan dalam ketahanan pangan.
Pembukaan sayembara tersebut tertuang dalam Surat Bupati Barito Timur Nomor 130/186/PEM/XII/2025. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Komandan Kodim 1012/Buntok terkait penamaan Yonif TP yang direncanakan beroperasi di Barito Timur.
Bupati Barito Timur, M Yamin, menegaskan bahwa sayembara ini tidak hanya bersifat perlombaan semata, melainkan menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam merumuskan identitas satuan yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan semangat kebangsaan.
“Kami ingin nama dan lambang satuan ini lahir dari pemikiran masyarakat Barito Timur sendiri, yang mencerminkan kearifan lokal, semangat ketahanan pangan, serta jati diri daerah,” ujarnya, Jumat, 26 Desember 2025.
Menurut Yamin, keterlibatan masyarakat penting agar satuan yang dibentuk memiliki kedekatan emosional dengan daerah tempat bertugas.
“Ketahanan pangan adalah urusan strategis. Karena itu, identitas satuannya juga harus kuat, bermakna, dan membangkitkan rasa memiliki bagi masyarakat,” tambahnya.
Sayembara ini terbuka bagi perorangan maupun kelompok masyarakat yang memiliki KTP Barito Timur dengan usia minimal 16 tahun.
Peserta diminta mengajukan usulan nama dan desain lambang yang mencerminkan nilai ketahanan pangan, unsur TNI Angkatan Darat, serta kearifan lokal daerah. Setiap karya harus disertai penjelasan makna dan filosofi.
Bupati juga menegaskan bahwa nama yang diusulkan tidak boleh menggunakan nama tokoh atau pahlawan daerah, serta tidak menyerupai nama maupun lambang satuan lain yang telah ada.
“Kami berharap masyarakat benar-benar menggali nilai lokal, bahasa daerah, dan simbol-simbol khas Barito Timur, sehingga lahir nama dan lambang yang orisinal dan bermartabat,” tegasnya.
Pelaksanaan sayembara berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026. Seluruh karya diserahkan langsung ke Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Barito Timur pada jam kerja.
Tiga karya terbaik akan diseleksi oleh tim penilai yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur pemerintah daerah, untuk kemudian disampaikan kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai.
“Keputusan tim penilai bersifat final dan mengikat. Kami mengajak masyarakat Barito Timur berpartisipasi aktif dan menjadikan sayembara ini sebagai kontribusi nyata bagi daerah,” terang Yamin. (BME-1)






