BERITA62.COM, Barito Timur – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang mengikuti ibadah Perayaan Paskah secara virtual yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Yayasan Pelayanan Kasih Bethesda, Minggu, 5 April 2026.
Kegiatan yang digelar di aula klinik Rutan tersebut diikuti oleh WBP Nasrani dalam suasana religius yang sarat makna. Meski berlangsung secara daring, jalannya ibadah tetap lancar dan mampu menghadirkan nuansa kebersamaan serta kedamaian bagi para peserta.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Paskah sebagai momentum refleksi dan perubahan diri.
“Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan, memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” ujar Mashudi.
Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Yani Setyawati Lim ini mengangkat tema “Dalam Kebangkitan Yesus, Belenggu Telah Dipatahkan” yang diambil dari 1 Korintus 15:55. Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami makna kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas dosa, penderitaan dan keterbatasan hidup.
Pendeta Yani dalam khotbahnya menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah.
“Tidak ada kehidupan yang terlalu gelap untuk diterangi. Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa harapan selalu ada bagi siapa saja yang mau berbalik dan percaya,” tuturnya.
Para WBP yang mengikuti ibadah tampak antusias dan larut dalam suasana perenungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang untuk memperkuat iman serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
“Upaya ini diharapkan mampu membentuk warga binaan yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang kuat,” ujarnya. (BME-1)








