BERITA62.COM – Rebung atau tunas muda bambu selama ini dikenal sebagai sayuran tradisional yang akrab dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari lodeh hingga isian lumpia. Namun siapa sangka, bahan pangan yang sering dianggap “sayur kampung” ini kini menarik perhatian ilmuwan internasional.
Penelitian terbaru dari Anglia Ruskin University (ARU) di Inggris menyebut rebung memiliki potensi sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang padat dan manfaat kesehatannya yang menjanjikan. Kajian tersebut mengumpulkan berbagai hasil penelitian yang selama ini membahas rebung sebagai bahan pangan fungsional.
Dalam laporan yang dipublikasikan ARU, rebung dinilai rendah lemak tetapi kaya serat dan protein. Selain itu, rebung juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting seperti kalium, selenium, serta berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam metabolisme tubuh.
Para peneliti menyoroti bahwa rebung memiliki profil nutrisi yang cukup kuat untuk mendukung pola makan sehat. Kandungan seratnya misalnya, berperan penting dalam membantu sistem pencernaan dan menjaga kesehatan usus.
Tidak hanya itu, beberapa penelitian awal menunjukkan konsumsi rebung dapat membantu memperbaiki kontrol gula darah. Temuan ini dinilai relevan terutama bagi upaya pencegahan gangguan metabolik seperti diabetes, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan dalam skala lebih besar.
Kajian tersebut juga mencatat adanya potensi rebung dalam memperbaiki profil lipid atau kolesterol dalam darah. Jika dibuktikan lebih kuat, manfaat ini dapat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular.
Selain mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, rebung juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.
Senyawa-senyawa ini berperan dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.
Peneliti juga menyebut bahwa rebung dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Mikrobiota usus yang sehat kini semakin dianggap penting karena berkaitan dengan daya tahan tubuh, pencernaan, hingga kesehatan mental.
Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian tentang rebung pada manusia masih terbatas. Dari banyak studi yang dianalisis, hanya sebagian kecil yang berupa uji klinis pada manusia dengan standar ilmiah yang kuat. Karena itu, klaim manfaat rebung masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian yang lebih besar dan mendalam.
Hal penting lainnya yang ditekankan dalam penelitian ini adalah soal keamanan konsumsi. Rebung tidak boleh dimakan mentah karena beberapa jenisnya mengandung senyawa cyanogenic glycosides yang dapat menghasilkan racun sianida jika tidak diolah dengan benar.
Untuk itu, rebung harus direndam dan direbus terlebih dahulu sebelum dimasak. Cara pengolahan yang tepat akan menghilangkan senyawa berbahaya tersebut dan membuat rebung aman dikonsumsi, sebagaimana telah dilakukan dalam tradisi kuliner masyarakat Asia selama ratusan tahun.
Kesimpulannya, rebung memang menunjukkan potensi sebagai makanan bergizi tinggi yang layak dilirik dunia sebagai superfood. Namun para peneliti menekankan bahwa status tersebut masih bersifat “potensial” dan membutuhkan riset lanjutan sebelum menjadi rekomendasi kesehatan resmi secara global.
Bagi masyarakat Indonesia, temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa banyak pangan tradisional lokal sebenarnya memiliki nilai gizi tinggi. Rebung bukan hanya bahan masakan lezat, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika diolah dengan benar. (BME-1)
____________
Sumber utama: Anglia Ruskin University, “Study suggests bamboo has superfood potential.”







