BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur terus berkomitmen memenuhi hak beribadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pelaksanaan Komuni Kudus dan Ibadah Minggu bersama WBP Nasrani, yang digelar dengan suasana khidmat pada Minggu, 8 Februari 2026.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Gereja Imanuel Rutan Tamiang Layang sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang rutin dilakukan untuk memperkuat mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Ibadah diawali dengan Komuni Kudus khusus bagi WBP beragama Katolik, yang dipimpin langsung oleh petugas rohani dari Gereja Paroki Santo Mikael Tamiang Layang. Perayaan ini dilaksanakan sesuai dengan Tata Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa V.
“Komuni Kudus menjadi momen penting bagi warga binaan untuk memperbarui iman, meneguhkan pertobatan, serta menumbuhkan semangat pengampunan dan kasih meskipun berada dalam lingkungan rutan,” ujar salah satu pendamping ibadah dari Paroki Santo Mikael.
Setelah Komuni Kudus, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu bersama bagi WBP Kristen Protestan, yang didampingi oleh Penyuluh Keagamaan dari Kantor Kementerian Agama Barito Timur. Tema ibadah kali ini mengangkat pesan “Hidup Memberi Dampak” yang bersumber dari Matius 5:13–16.
Dalam renungan ibadah, warga binaan diajak untuk merefleksikan panggilan hidup sebagai “garam dan terang dunia”, yakni tetap mampu membawa pengaruh positif, menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, serta menebarkan nilai kasih dan pengharapan di mana pun berada.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kegiatan kerohanian seperti ini merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian.
“Kami berharap pembinaan spiritual yang berkesinambungan dapat menjadi bekal moral bagi warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ibadah yang rutin, Rutan Tamiang Layang tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga menghadirkan ruang pembinaan yang humanis, religius, dan mendukung pemulihan batin para warga binaan. (BME-1)







