BERITA62.COM, Barito Timur – Upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan terus dilakukan Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. Salah satunya melalui kegiatan tausiyah agama yang digelar di Masjid Al-Akbar Rutan Tamiang Layang, dan diikuti warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Islam dengan tertib dan penuh kekhusyukan, Rabu, 21 Januari 2026.
Kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai religius sebagai fondasi perubahan perilaku warga binaan.
Sejak awal kegiatan, suasana religius sudah terasa ketika seluruh peserta mengikuti dzikir bersama sebagai bentuk persiapan batin sebelum menerima materi tausiyah.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zawawi, penyuluh keagamaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema “Keutamaan dan Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban”, yang menekankan pentingnya menjadikan bulan Sya’ban sebagai momentum meningkatkan amal ibadah dan memperbaiki kualitas keimanan.
“Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri, baik secara mental maupun spiritual, sebelum memasuki bulan suci Ramadan,” ujarnya di hadapan para warga binaan.
Dengan gaya penyampaian yang sederhana dan komunikatif, materi tausiyah disampaikan agar mudah dipahami dan membumi.
Para WBP diajak untuk melakukan refleksi diri serta menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan harapan akan perubahan ke arah yang lebih baik.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter dan kesadaran diri WBP.
“Melalui tausiyah agama ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi pegangan hidup bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Agung.
Ia menambahkan, Rutan Tamiang Layang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berkesinambungan dan humanis, agar warga binaan tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sebagai landasan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. (BME-1)






