Berita  

Kades Hayaping Pertanyakan Mandeknya Rencana Pembangunan Jembatan Sei Awang

Krisnayadi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Awang bukan sekadar wacana, melainkan telah dituangkan dalam kesepakatan resmi.

Kepala Desa Hayaping, Krisnayadi, berdiri di atas jembatan Sei Awang yang menurutnya kondisi jembatan sudah tidak layak lagi untuk sekadar direhab.

BERITA62.COM, Barito Timur – Kepala Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, Krisnayadi, mempertanyakan belum dimulainya pembangunan Jembatan Sei Awang meski proyek tersebut telah disepakati untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2025.

Hingga pertengahan Januari ini, menurutnya, belum terlihat aktivitas apa pun di lokasi jembatan yang menjadi akses vital masyarakat.

Krisnayadi mengatakan, masyarakat mulai resah karena proyek yang dijanjikan tidak menunjukkan progres, padahal jembatan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya Desa Hayaping dan desa-desa sekitarnya.

“Kami heran, sekarang ini sudah pertengahan Januari, tetapi di lapangan sama sekali belum ada tanda-tanda pekerjaan. Padahal kesepakatannya tahun 2025 jembatan itu sudah dibangun,” ujarnya, Kamis, 15 Januari 2026.

Krisnayadi mengungkapkan, dari penjelasan dinas terkait, keterlambatan disebabkan oleh banyaknya tahapan administrasi, mulai dari lelang konsultan hingga penyusunan perencanaan teknis. Setiap tahapan, kata dia, disebut memakan waktu sekitar tiga bulan. Namun, penjelasan itu justru memunculkan tanda tanya baru di tengah masyarakat.

“Kalau memang tahapan itu sudah berjalan sejak tahun lalu, mestinya sekarang sudah ada pergerakan di lapangan. Ini yang membuat warga bertanya-tanya,” katanya.

Lebih lanjut, Krisnayadi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Awang bukan sekadar wacana, melainkan telah dituangkan dalam kesepakatan resmi. Ia menyebut dokumen pembangunan sudah ditandatangani oleh para kepala desa di Kecamatan Awang dan diketahui camat, serta mendapat persetujuan anggota DPRD daerah pemilihan setempat.

“Kemarin itu sudah ditandatangani oleh para kades se-Kecamatan Awang dan disetujui juga oleh anggota dewan yang ada di Kecamatan Awang. Jadi ini bukan rencana sepihak,” tegasnya.

Krisnayadi juga meminta secara terbuka agar pemerintah daerah segera memberikan penjelasan yang terang kepada masyarakat terkait progres proyek tersebut. Ia menilai keterbukaan informasi penting untuk meredam keresahan warga.

BACA  Pengurus DPC Barito Timur Peringati Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa

“Kami mohon kepada dinas terkait agar bisa menjelaskan secara jujur dan terbuka, supaya masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pembangunan jembatan ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Krisnayadi menegaskan sikap warga Desa Hayaping yang menolak jika proyek tersebut hanya berujung pada rehabilitasi atau perbaikan sementara. Menurutnya, kondisi jembatan sudah tidak layak lagi untuk sekadar direhab.

“Intinya, kalau hanya rehab, masyarakat Awang, khususnya Desa Hayaping, menolak. Kami minta dibangun baru sesuai rencana awal karena ini menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” katanya.

Krisnayadi berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan Jembatan Sei Awang sesuai komitmen yang telah dibuat. Ia menyebut jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan pelayanan sosial masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung, tetapi juga penopang kehidupan warga. Kami hanya meminta janji yang sudah dibuat itu benar-benar diwujudkan,” tutupnya. (BME-1)