Wabup Barito Timur Kembali Pimpin Penyaluran Bantuan Pascabanjir di Dua Kecamatan

Ia menekankan bahwa bantuan bahan kebutuhan pokok tetap penting sebagai bentuk empati dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, menyerahkan secara simbolis bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir di Desa Tangkan Kecamatan Awang, Rabu, 14 Januari 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, kembali turun langsung memimpin penyaluran bantuan pascabanjir bagi warga terdampak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Awang dan Kecamatan Paku, Rabu, 14 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud keberlanjutan komitmen pemerintah daerah dalam merespons bencana sekaligus memastikan warga yang terdampak mendapat perhatian dan dukungan.

Penyaluran bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok tersebut dilaksanakan dengan pendampingan jajaran BPBD Damkar, Kapolsek Awang dan Danramil 1012-05 Hayaping.

Selain menyerahkan bantuan, Wabup juga meninjau langsung lokasi terdampak serta berdialog dengan warga, aparat desa dan pihak kecamatan untuk menggali kondisi riil di lapangan.

“Kita hari ini telah menyalurkan bantuan di dua kecamatan yakni Kecamatan Paku dan Kecamatan Awang,” ujarnya saat diwawancarai di penghujung kegiatan.

Adi menegaskan bahwa penanganan pascabanjir tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan semata. Menurutnya, pemerintah harus melihat lebih jauh dampak yang dialami masyarakat agar dapat merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.

“Jangan sampai kita menganggap ini sebagai banjir rutin, tetapi kita juga harus melihat dampak yang dialami warga sehingga dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir penyebab banjir,” katanya.

Wabup mencontohkan dampak serius yang terjadi di Kecamatan Paku, di mana banjir merendam lahan pertanian warga dan berpotensi menurunkan hasil panen.

“Di Paku, banjir menyebabkan padi masyarakat terendam sehingga mempengaruhi hasil panen,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Adi, pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kecamatan akan merumuskan langkah-langkah konkret agar dampak bencana bisa ditekan ke depan.

“Kalau kita cuma kasih bantuan sembako, ini paling beberapa hari sudah habis, tapi kita harus memikirkan solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak banjir,” tegasnya.

BACA  Tim Gabungan di Barito Timur Gelar Imbauan Mudik Aman dan Pengecekan Kesehatan Sopir

Meski demikian, ia menekankan bahwa bantuan bahan kebutuhan pokok tetap penting sebagai bentuk empati dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan, Adi juga mengakui pendangkalan sungai sebagai salah satu penyebab banjir. Karena itu, ia berharap program normalisasi sungai ke depan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Awang, Fernando, menjelaskan bahwa banjir di wilayahnya melanda dua desa, yakni Desa Hayaping dan Desa Tangkan.

“Desa Hayaping terdampak 39 keluarga, sedangkan Desa Tangkan 54 keluarga,” jelasnya.

Menurut Fernando, curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Awang meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di bantaran sungai.

“Banjirnya hanya bertahan satu malam dan keesokan hari sudah surut sehingga tidak ada warga yang diungsikan,” tambahnya. Meski demikian, posko siaga tetap disiapkan oleh pemerintah desa, kecamatan, TNI dan Polri.

Di Kecamatan Paku, Sekretaris Camat Epta Fila mengungkapkan bahwa ada empat desa yang menjadi langganan banjir setiap tahun, yakni Paku Beto, Bantai Napu, Kalamus dan Pangkan.

“Pada musim penghujan kali ini sudah dua kali terjadi banjir dan yang terbesar pada awal Desember,” terangnya.

Adapun data sementara warga terdampak di Kecamatan Paku meliputi Desa Paku Beto sebanyak 130 keluarga, Desa Bantai Napu 35 keluarga, Desa Kalamus 43 keluarga sementara Desa Pangkan masih dalam proses pendataan. (BME-1)