BERITA62.COM, Barito Timur – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) melanjutkan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan Tahun 2025 pada hari kedua yang digelar di Aula Hotel Ade, Tamiang Layang, Minggu, 21 Desember 2025.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing sumber daya manusia (SDM) keolahragaan di Barito Timur. Kegiatan yang berlangsung 20–21 Desember 2025 tersebut diikuti insan olahraga lintas cabang.
Mengusung tema “Mewujudkan Tenaga Keolahragaan yang Profesional, Kompeten dan Berdaya Saing di Kabupaten Barito Timur”, acara ini dihadiri oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bartim, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Bartim, serta perwakilan berbagai cabang olahraga.
Pada hari kedua, Disbudparpora Bartim menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang akademik sekaligus pengalaman praktis di bidang olahraga. Kehadiran keduanya dinilai strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.
Pemateri pertama, UZ Mikdar, praktisi sekaligus akademisi olahraga Kalimantan Tengah, menyampaikan materi Konsep Dasar Kepelatihan Olahraga. Ia menekankan bahwa kepelatihan bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan proses pembinaan atlet yang harus dirancang secara terencana, sistematis dan berkelanjutan.
“Kepelatihan olahraga merupakan proses pembinaan yang harus dirancang secara terencana, sistematis, dan berkesinambungan agar mampu mengembangkan potensi atlet secara optimal,” ujar Mikdar.
Ketua Umum Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kalteng tersebut juga menegaskan bahwa peran pelatih tidak hanya sebagai pengajar teknik, tetapi juga pendidik, motivator dan pembimbing atlet.
Menurutnya, pelatih dituntut memahami karakteristik atlet serta mampu mengintegrasikan aspek fisik, teknik, taktik dan mental dalam proses latihan.
“Penguasaan konsep dasar kepelatihan olahraga akan membantu pelatih dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program latihan secara efektif,” tambahnya.
Sementara itu, pemateri kedua, Arief Nur Wahyudi, akademisi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Palangka Raya, memaparkan materi Tes dan Pengukuran Olahraga yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Ia menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dalam pembinaan atlet.
“Tes dan pengukuran olahraga menjadi alat penting untuk mengetahui kondisi dan kemampuan atlet secara objektif,” jelas Arief.
Menurutnya, hasil tes dan pengukuran dapat menjadi dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program latihan yang lebih tepat sasaran. Data yang diperoleh memungkinkan pelatih memantau perkembangan atlet secara akurat dan berkelanjutan.
“Melalui tes yang tepat, pelatih dapat menjadikan data sebagai acuan dalam merancang program latihan yang efektif,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan tes serta cara menginterpretasikan hasil pengukuran, sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan atlet secara berkesinambungan.
Melalui materi hari kedua ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya dasar kepelatihan dan evaluasi berbasis data sebagai fondasi pembinaan olahraga yang berprestasi dan berkelanjutan di Kabupaten Barito Timur.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai tanda berakhirnya rangkaian Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan Tahun 2025. (BME-1)






