BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggandeng dunia usaha, khususnya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), untuk memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui Pelatihan Las Listrik di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang.
Pelatihan las listrik itu juga dibarengi dengan pelatihan tata rias yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakertransperin), Albert, mewakili Bupati M Yamin, Senin, 1 Desember 2025.
Hadir pula Kepala Rutan Tamiang Layang, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransperin, manajemen PT BUMA sebagai mitra pendukung utama, serta para instruktur pelatihan.
Saat menyampaikan sambutan Bupati, Albert menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam Program Prioritas 1.000 Tenaga Kerja Terlatih yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, dan memastikan masyarakat kita, termasuk warga binaan, mampu mandiri dan siap berdaya guna ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Albert.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini Disnakertransperin telah melatih 208 tenaga kerja lewat berbagai pelatihan, termasuk keamanan, servis AC, perbengkelan sepeda motor, operator alat berat, tata rias dan las listrik yang juga didukung program corporate social responsibility (CSR).
“Ini adalah kerja kolektif untuk memperkuat SDM lokal dan memastikan putra-putri Bartim menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” tegasnya.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan perusahaan dalam pembinaan WBP.
“Kami meyakini bahwa bekal keterampilan ini akan menjadi modal utama bagi mereka untuk kembali mandiri dan produktif setelah bebas. Apalagi jika diberikan sampai sertifikasi, tentu semakin meyakinkan bagi perusahaan atau pemberi kerja,” ujarnya.
Agung berharap seluruh peserta serius mengikuti pelatihan.
“Serap ilmunya, pahami maksud pembinaan ini. Kami ingin setelah keluar nanti, bapak ibu tidak lagi terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum, tetapi hadir sebagai pribadi baru yang berdaya dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Mining Manager PT BUMA, Edi Saputra, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung peningkatan kompetensi WBP melalui program CSR.
“Pelatihan las listrik ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi SDM yang sangat strategis. Keahlian pengelasan dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk pertambangan dan konstruksi,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.
“Disiplin, fokus dan kerja keras adalah kunci membuka peluang kerja lebih cerah. Kami berharap lulusan pelatihan ini dapat menjadi tenaga terampil bersertifikasi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” kata Edi.
Menurutnya, PT BUMA bersama PT Adaro Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Semoga pelatihan las listrik tahun 2025 ini berjalan lancar hingga menghasilkan lulusan terbaik yang membawa manfaat bagi Kabupaten Barito Timur,” tutupnya.
Pelatihan ini mempertegas kolaborasi antara Pemkab Barito Timur, Rutan Tamiang Layang dan PT BUMA, dalam memperkuat pembinaan WBP serta mendukung visi Bartim SEGAH, termasuk upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Barito Timur. (BME-1)







