BERITA62.COM, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam, 4 Mei 2025.
Dalam kunjungan itu, Kishida menyampaikan pesan resmi dari Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dan membahas penguatan kerja sama strategis, khususnya dalam bidang energi bersih.
Kishida, yang juga mantan Perdana Menteri Jepang, tiba bersama delegasi sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, ia menyerahkan surat pribadi dari PM Ishiba kepada Presiden Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pesan tersebut menekankan dukungan Jepang terhadap inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC), yang saat ini menjadi salah satu pilar kerja sama regional di bidang transisi energi.
“Beliau menyampaikan surat dari Perdana Menteri Ishiba, dan salah satu isinya terkait peran Kishida sebagai utusan khusus untuk proyek-proyek AZEC,” kata Airlangga dalam keterangannya usai pertemuan.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia dan Jepang saat ini telah menjalin lebih dari 170 nota kesepahaman (MoU), mencerminkan eratnya hubungan ekonomi kedua negara. Salah satu wujud konkret kolaborasi tersebut adalah proyek pembangkit listrik panas bumi (geothermal) berkapasitas 80 megawatt di Muara Laboh, Sumatera Barat, yang akan segera mencapai tahap penandatanganan financial closing dengan nilai investasi sekitar 500 juta dolar AS.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan Pemerintah Jepang terhadap Indonesia. Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi bilateral dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, termasuk ketegangan geopolitik dan perang tarif.
“Bapak Presiden mengapresiasi kerja sama Indonesia dengan Jepang dan berharap kolaborasi ini terus diperkuat, terutama di tengah ketidakpastian global,” ujar Airlangga.
Fumio Kishida juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan kerja sama regional dalam situasi global yang tidak menentu. Ia menyampaikan harapan agar hubungan strategis Indonesia–Jepang semakin solid dan adaptif terhadap dinamika dunia.
Setelah diskusi resmi, pertemuan dilanjutkan dengan jamuan makan malam di kediaman Presiden. Suasana akrab dan bersahabat mewarnai pertemuan tersebut, mencerminkan hubungan yang erat dan saling menghormati antara kedua bangsa.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto. Hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (BME-3)








