Mengenal Microsleep dan Bahayanya bagi Pengendara

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas akibat microsleep. (Foto: Figueiredo/pixabay.com)

BERITA62.COM – Ketika berada di belakang kemudi, kesadaran dan konsentrasi yang baik adalah hal yang sangat penting. Namun, ada fenomena yang dikenal sebagai “microsleep” yang dapat menjadi ancaman serius bagi pengendara.

Microsleep adalah keadaan saat seseorang tiba-tiba tertidur dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya beberapa detik sampai beberapa menit, meskipun mereka tetap berada dalam keadaan bangun.

Microsleep dapat terjadi saat pengendara merasa sangat lelah, kurang tidur, atau mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea.

Ketika seseorang mengalami microsleep, mereka tidak sadar akan keadaan sekitarnya, yang berarti pengendara dapat tertidur sebentar dan kehilangan kendali atas kendaraannya. Ini adalah masalah serius karena dalam beberapa detik, jarak yang cukup jauh dapat ditempuh dan dapat terjadi kecelakaan yang serius.

Salah satu contoh yang paling sering terjadi adalah ketika seseorang mengemudi dalam perjalanan jauh di malam hari. Kurangnya cahaya dan monotonnya perjalanan dapat membuat seseorang merasa mengantuk.

Jika pengendara tidak mengenali tanda-tanda kelelahan atau mengabaikannya, microsleep dapat terjadi dengan tiba-tiba. Dalam beberapa kasus yang ekstrem, pengendara dapat tertidur sepenuhnya dan kehilangan kendali atas kendaraannya, berpotensi menyebabkan kecelakaan yang parah.

Microsleep juga dapat terjadi saat mengemudi di siang hari, terutama setelah makan makanan berat atau mengonsumsi alkohol. Ketika sistem pencernaan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan yang berat, tubuh melepaskan energi tambahan untuk proses ini. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan energi yang cepat dan membuat seseorang merasa mengantuk.

Konsumsi alkohol juga dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu kualitas tidur, menyebabkan kelelahan di siang hari.

Bahaya microsleep bagi pengendara sangat nyata dan harus dihindari. Ketika seseorang mengalami microsleep, reaksi mereka menjadi sangat lambat atau bahkan tidak ada sama sekali. Mereka tidak dapat bereaksi terhadap perubahan lalu lintas, seperti rem mendadak atau penghindaran kecelakaan. Jika pengendara sedang melaju dengan kecepatan tinggi, akibatnya dapat sangat fatal.

Untuk menghindari microsleep dan bahayanya, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh pengendara:

1. Tidur yang cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup sebelum mengemudi, terutama sebelum perjalanan jauh. Tidur yang cukup membantu menjaga kewaspadaan dan konsentrasi.

2. Berhenti sejenak: Jika merasa mengantuk saat mengemudi, lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman, keluar dari kendaraan, dan berjalan-jalan sebentar dengan melakukan aktivitas fisik ringan, seperti bergerak atau melakukan peregangan, Anda dapat meningkatkan aliran darah dan meningkatkan tingkat kewaspadaan Anda.

3. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu: Alkohol dan beberapa obat-obatan dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan dan menyebabkan rasa kantuk. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping mengantuk, jangan mengemudi hingga efeknya hilang sepenuhnya.

4. Jadwalkan istirahat secara teratur: Jika Anda melakukan perjalanan jauh, penting untuk merencanakan istirahat secara teratur. Berhenti setiap dua jam atau 100-150 km untuk beristirahat sejenak, meregangkan kaki, dan menghirup udara segar. Istirahat yang terjadwal membantu mengurangi risiko kelelahan dan microsleep.

5. Hindari makanan berat sebelum mengemudi: Makanan berat dapat membuat Anda merasa mengantuk dan mengurangi tingkat energi. Sebelum mengemudi, pilihlah makanan ringan yang mengandung protein dan serat untuk menjaga tingkat energi Anda stabil.

6. Gunakan musik atau suara yang merangsang: Mendengarkan musik yang enerjik atau menghidupkan suara seperti suara kereta api atau hujan dapat membantu menjaga kewaspadaan Anda. Hindari musik yang menenangkan atau santai yang dapat membuat Anda merasa lebih mengantuk.

7. Berbagi perjalanan dengan orang lain: Mengemudi sendirian dapat membuat Anda lebih rentan terhadap microsleep. Jika memungkinkan, ajaklah teman atau anggota keluarga untuk ikut serta dalam perjalanan. Mereka dapat membantu mempertahankan tingkat kewaspadaan Anda dengan berinteraksi dan berbicara selama perjalanan.

8. Kenali tanda-tanda kelelahan: Penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan seperti mata yang berat, kesulitan memusatkan perhatian, atau menguap secara terus-menerus. Jika Anda mulai merasa mengantuk atau mengalami tanda-tanda kelelahan, jangan mengabaikannya. Temukan tempat berhenti yang aman dan istirahat sejenak.

Microsleep adalah fenomena yang berbahaya bagi pengendara. Kelelahan dan kurang tidur dapat menyebabkan seseorang tertidur sebentar di belakang kemudi, yang dapat berakibat fatal. Untuk menghindari bahaya ini, penting untuk menjaga tidur yang cukup, berhenti sejenak jika merasa mengantuk, dan mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya seperti beristirahat secara teratur dan menghindari konsumsi alkohol.

Keselamatan saat mengemudi adalah tanggung jawab kita bersama, jadi jaga kewaspadaan dan hindari microsleep saat berada di jalan. (ABM/AI)