Tren Kemiskinan Barito Timur 2023–2025: Stabil di Enam Persen, Turun Tipis pada 2025

Penurunan ini memang tidak terlalu besar secara statistik, namun cukup penting sebagai indikator adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Ilustrasi angka kemiskinan Kabupaten Barito Timur tahun 2023-2025.

BERITA62.COM – Perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Barito Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menunjukkan pola yang relatif stabil dengan kecenderungan menurun pada 2025. Data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi rujukan utama dalam membaca dinamika kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Berdasarkan berita resmi satatistik BPS, persentase penduduk miskin di Barito Timur pada Maret 2023 tercatat berada di kisaran 6,6 persen. Angka tersebut menggambarkan proporsi penduduk yang pengeluaran per kapita per bulannya masih berada di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan secara nasional.

Memasuki Maret 2024, angka kemiskinan tidak mengalami perubahan signifikan. Persentasenya tetap berada di kisaran 6,6 persen. Stabilitas ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi yang terjadi belum berdampak pada lonjakan angka kemiskinan secara drastis, namun juga belum menghasilkan penurunan yang berarti.

Perubahan mulai terlihat pada rilis Maret 2025. BPS mencatat tingkat kemiskinan Barito Timur turun menjadi sekitar 6,1 persen. Penurunan ini memang tidak terlalu besar secara statistik, namun cukup penting sebagai indikator adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Jika dilihat dari sisi jumlah jiwa, penduduk miskin di Barito Timur dalam tiga tahun terakhir berada pada kisaran delapan ribu hingga sembilan ribu orang. Fluktuasi jumlah ini mengikuti perubahan persentase kemiskinan serta dinamika jumlah penduduk secara keseluruhan.

BPS menjelaskan bahwa konsep kemiskinan yang digunakan adalah pendekatan kebutuhan dasar. Artinya, seseorang dikategorikan miskin apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan dasar nonmakanan seperti perumahan, pendidikan, kesehatan dan transportasi.

Garis kemiskinan yang menjadi batas penghitungan terus diperbarui setiap tahun. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan perkembangan harga kebutuhan pokok dan pola konsumsi masyarakat. Karena itu, perubahan angka kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat, tetapi juga oleh dinamika harga dan inflasi.

BACA  Mengenali Ciri-Ciri Investasi Palsu dengan Skema Ponzi: Pelajari Bagaimana Melindungi Keuangan Anda

Secara metodologis, seluruh data kemiskinan dihitung melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas yang dilaksanakan secara berkala. Survei ini menggunakan metode sampling yang terukur dan menjadi dasar perhitungan resmi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan.

Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang masih berada di atas delapan persen pada periode yang sama, tingkat kemiskinan Barito Timur tergolong lebih rendah. Di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, posisi Barito Timur juga relatif berada pada kelompok kabupaten dengan persentase kemiskinan yang tidak terlalu tinggi.

Meski demikian, stabilnya angka di kisaran enam persen menunjukkan bahwa upaya pengurangan kemiskinan masih membutuhkan strategi yang lebih progresif. Tantangan ke depan bukan hanya menjaga agar angka tidak naik, tetapi mendorong penurunan yang lebih signifikan melalui penguatan sektor produktif, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Data resmi BPS ini menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis bukti. Dengan memahami tren 2023 hingga 2025 secara objektif, arah pembangunan diharapkan semakin terfokus pada kelompok rentan sehingga penurunan angka kemiskinan pada 2025 dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. (BME-1)
____________
Sumber:
1. Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik Profil Kemiskinan Kabupaten Barito Timur Maret 2023, Maret 2024 dan Maret 2025.

2. Publikasi Kabupaten Barito Timur Dalam Angka 2024 dan 2025.