BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah, Jumat, Januari 2026, sebagai bagian dari penguatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Akbar Rutan Tamiang Layang ini mengusung tema “Semoga syafa’at Rasulullah selalu menyertai kita dan bimbingan Beliau selalu menjadi pedoman hidup kita”.
Peringatan Isra Mikraj tersebut diikuti pejabat struktural, jajaran pegawai serta WBP beragama Islam. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan komitmen Rutan menjadikan pembinaan keagamaan sebagai instrumen pembentukan karakter dan penguatan moral warga binaan.
Ketua Panitia yang juga Kasubsi Pelayanan Tahanan, Junaidi, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj memiliki makna strategis dalam proses pembinaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana internalisasi nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Isra Mikraj ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin ibadah, akhlak mulia serta keteguhan iman. Ini penting untuk membentuk karakter WBP agar lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Junaidi dalam sambutannya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah yang semakin meneguhkan nuansa religius. Para peserta tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi diri.
Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Ustadz Abdul Rahim dari Kantor Kementerian Agama Barito Timur. Dalam ceramahnya, ia mengulas hikmah perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat akan pentingnya menjaga shalat, memperbaiki akhlak serta menumbuhkan ketahanan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah ini, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter WBP, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif. (BME-1)






