BERITA62.COM, Barito Timur – Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi optimalnya pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama dalam pembinaan dan penjagaan warga binaan. Penegasan itu disampaikan Agung saat memberikan penguatan tugas dan fungsi sekaligus melakukan evaluasi kinerja kepada seluruh jajaran, Selasa, 13 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Tamiang Layang tersebut diikuti seluruh pejabat struktural, pegawai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jabatan Fungsional Umum (JFU) serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Forum ini menjadi ruang konsolidasi internal untuk menyatukan langkah dan persepsi dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Meskipun kita sedang berada dalam kebijakan efisiensi anggaran, saya tekankan bahwa pelaksanaan pembinaan dan penjagaan harus tetap berjalan optimal sesuai Standar Operasional Prosedur. Keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kualitas pelayanan kita kepada warga binaan,” tegas Agung dalam arahannya.
Selain aspek pelayanan, ia juga menyoroti pentingnya tertib administrasi sebagai fondasi profesionalisme aparatur pemasyarakatan. Karutan meminta setiap petugas memastikan pengisian buku laporan penjagaan dilakukan secara lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Administrasi yang baik bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi alat kontrol dan cerminan kinerja kita. Buku laporan penjagaan harus diisi dengan benar karena itu menyangkut akuntabilitas dan keamanan rutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa pembinaan terhadap warga binaan harus dilaksanakan dengan pendekatan kekeluargaan dan humanis. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya mempercepat proses perubahan perilaku warga binaan, tetapi juga menjadi strategi penting dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.
“Pendekatan humanis dan kekeluargaan sangat penting. Ketika warga binaan diperlakukan dengan baik dan manusiawi, mereka akan lebih mudah dibina dan risiko gangguan kamtib juga bisa diminimalkan,” kata Agung.
Kegiatan evaluasi dan penguatan tugas itu diakhiri dengan sesi diskusi yang berlangsung terbuka dan konstruktif. Para pegawai memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan masukan, kendala di lapangan serta menyamakan persepsi guna memperkuat sinergi dan soliditas kerja di lingkungan Rutan Tamiang Layang. (BME-1)







