Tentang Rindu Pulang yang Muncul Setelah Tahun Baru

Dan jika suatu sore hujan turun perlahan, kopi terasa lebih pahit dari biasanya, lalu pikiran melayang ke rumah, biarkan saja.

Kamar yang hening, dan kerinduan untuk pulang.

BERITA62.COM – Tahun baru sudah lewat, kembang api sudah lama padam, ucapan selamat sudah tenggelam di linimasa. Tapi justru di hari-hari setelahnya, rindu itu datang diam-diam. Tidak gaduh. Tidak dramatis. Ia muncul pelan, seperti hujan sore yang jatuh tanpa permisi.

Terminal sudah kembali lengang. Jalanan yang sempat ramai kini bernafas normal. Di kamar kos atau rumah kontrakan, koper sudah diselipkan ke sudut. Baju liburan kembali tergantung rapi. Hidup berjalan seperti biasa. Namun entah kenapa, hati seperti tertinggal di tempat yang kemarin ditinggalkan.

Rindu pulang sering kali tidak datang saat kita pergi. Ia justru muncul setelah semuanya selesai. Setelah kita kembali ke rutinitas. Setelah tawa keluarga berubah menjadi kenangan. Setelah meja makan kembali diisi satu piring. Setelah malam terasa lebih sunyi dari biasanya.

Mungkin karena pulang bukan hanya soal tempat. Pulang adalah rasa aman. Pulang adalah jeda. Pulang adalah momen ketika kita tidak perlu menjelaskan siapa diri kita. Dan ketika momen itu berlalu, ada ruang kosong yang tersisa. Tidak besar, tapi cukup untuk membuat dada terasa hangat sekaligus perih.

Awal tahun memang sering membawa perasaan campur aduk. Di satu sisi ada harapan. Di sisi lain ada kehilangan kecil yang jarang disadari. Kita kembali bekerja, kembali mengejar target, kembali menjadi versi diri yang sibuk. Tapi ada bagian diri yang masih ingin duduk lebih lama di teras rumah, menyeruput kopi sambil mendengar cerita lama yang itu-itu saja.

Rindu pulang juga bukan selalu tentang kampung halaman. Kadang ia tentang orang-orang. Tentang ibu yang menyiapkan sarapan tanpa diminta. Tentang ayah yang diam-diam memperbaiki sesuatu sebelum kita berangkat. Tentang obrolan sederhana yang tidak akan kita temukan di mana pun selain di rumah.

BACA  Jadi Pendukung Militan yang Bantu Calon Menangkan Pilkada 2024

Tak perlu buru-buru mengusir rindu itu. Biarkan saja ia hadir sebentar. Karena rindu adalah tanda bahwa kita pernah pulang. Pernah merasa utuh. Pernah merasa diterima tanpa syarat. Dan tidak semua orang punya kemewahan itu.

Mungkin di awal tahun ini, rindu pulang adalah cara hati mengingatkan bahwa di tengah segala rencana dan ambisi, kita tetap manusia. Yang butuh tempat kembali. Yang butuh jeda. Yang butuh disapa tanpa agenda.

Dan jika suatu sore hujan turun perlahan, kopi terasa lebih pahit dari biasanya, lalu pikiran melayang ke rumah, biarkan saja. Tidak apa-apa. Tahun baru tidak harus selalu tentang berlari ke depan. Kadang ia cukup tentang mengingat dari mana kita berasal. (BME-1)