Bupati Bartim Tegaskan Pesan Kerukunan dan Transformasi Digital pada HAB Ke-80 Kemenag

Penegasan tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta upacara dan jajaran Kementerian Agama di Barito Timur.

Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, di halaman Kantor Kemenag Barito Timur, Sabtu, 3 Desember 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Bupati Barito Timur, M Yamin, menegaskan pentingnya penguatan kerukunan umat beragama sekaligus percepatan transformasi digital dalam Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Barito Timur, Sabtu, 3 Desember 2025.

Pada kesempatan itu, Bupati bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Penegasan tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta upacara dan jajaran Kementerian Agama di Barito Timur.

Menteri Agama menekankan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik melainkan energi kebangsaan yang produktif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

“Kerukunan adalah sinergi yang mampu merajut perbedaan identitas keyakinan dan latar belakang sosial menjadi kekuatan kolaboratif,” demikian petikan sambutan Menteri Agama yang dibacakan Bupati M Yamin.

Menag menyampaikan bahwa Republik Indonesia sejak awal berdiri dibangun atas dasar sinergi seluruh komponen bangsa mulai dari masa perjuangan hingga saat ini. Karena itu, Kementerian Agama memikul amanat strategis untuk menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan serta membina kehidupan keagamaan yang damai adil rukun dan sejahtera.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah membangun fondasi Kemenag Berdampak melalui berbagai kerja nyata yang mulai dirasakan langsung oleh umat. Salah satu fokus utama adalah transformasi digital yang dilakukan secara masif guna menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat transparan dan cepat.

Selain itu, penguatan ekonomi umat terus digerakkan melalui pesantren serta optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat wakaf infak sedekah diakonia derma dana punia dana Paramita dan dana kebajikan.

Di bidang pendidikan, madrasah sekolah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan juga menunjukkan peningkatan kualitas. Inovasi kurikulum serta penguatan sarana dan prasarana menempatkan institusi pendidikan di bawah Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lainnya.

BACA  Karutan Tamiang Layang Hadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI di Palangka Raya

Program Desa Sadar Kerukunan disebut sebagai langkah konkret untuk memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar ke praktik nyata di tengah masyarakat. Program ini diharapkan menjadi penguat harmoni sosial berbasis kearifan lokal.

Menag juga menyoroti tantangan era kecerdasan buatan dan perubahan global yang berlangsung cepat. Aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama diminta tidak menjadi penonton melainkan aktif mewarnai perkembangan teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif moderat sejuk dan mencerahkan.

“Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan, Menteri Agama mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk bertransformasi menjadi ASN yang lincah adaptif terbuka terhadap inovasi serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas.

Dengan fondasi pengabdian yang berdampak serta penguasaan teknologi yang beretika, Kementerian Agama diyakini mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai maju dan bermartabat.

Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama di Barito Timur turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Timur beserta jajaran, unsur Forkopimda, Pj Sekda Barito Timur, Kepala Kantor Pengadilan Agama Tamiang Layang, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 10 tahun dan 20 tahun kepada 17 pegawai, penyerahan tali asih kepada pensiunan, penampilan pelajar di bawah naungan Kementerian Agama, penyerahan hadiah lomba serta kegiatan donor darah. (BME-1)