Umum  

Lurikto Soroti Tantangan dan Harapan Generasi Muda di Era Digital

Seminar bertajuk “Tantangan Generasi Muda di Era Digital” yang digelar di Ampah, Jumat, 21 Februari 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membentuk perilaku generasi muda, Lurikto, Majelis Pertimbangan Resort GKE Karau Ampah Kabupaten Barito Timur, mengajak kaum remaja dan pemuda untuk lebih bijak menghadapi tantangan era digital.

Dalam seminar bertajuk “Tantangan Generasi Muda di Era Digital” yang digelar di Ampah, Jumat, 21 Februari 2025, Lurikto menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan sosial.

“Pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan zaman. Mereka harus menjadi pelaku utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur ini menekankan bahwa meskipun era digital membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, ada sisi negatif yang harus diwaspadai generasi muda.

Lurikto menguraikan lima tantangan utama yang dihadapi pemuda saat ini. Pertama, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang membuat anak muda merasa perlu terus mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

“Banyak anak muda yang terjebak dalam tekanan sosial ini demi mendapatkan pengakuan dari lingkungannya,” katanya.

Kedua, gaya hidup You Only Live Once (YOLO) yang mendorong perilaku konsumtif tanpa mempertimbangkan masa depan.

“Generasi muda sering kali terjebak dalam pola pikir ‘hidup hanya sekali’, yang akhirnya mendorong mereka berfoya-foya tanpa arah,” jelas Lurikto.

Tantangan ketiga adalah Fear of People’s Opinion (FOPO), di mana anak muda merasa cemas terhadap penilaian orang lain.

“FOPO membuat mereka berpura-pura paham demi diterima dalam pergaulan, meski sebenarnya tidak,” lanjutnya.

Selain itu, rendahnya tingkat literasi menjadi tantangan keempat. Lurikto menilai literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan juga memahami dan menganalisis informasi yang relevan.

BACA  Ketua KNPI Barito Timur Hadiri Sunatan Massal di Kelurahan Ampah Kota

“Tanpa literasi yang baik, generasi muda mudah terjebak hoaks dan manipulasi informasi,” katanya.

Kelima, Lurikto menyoroti lemahnya self-control di kalangan pemuda yang membuat mereka rentan mengalami rendah diri dan terjebak dalam perilaku merusak diri sendiri, seperti merokok, konsumsi alkohol, narkoba hingga pergaulan bebas.

Tak hanya itu, Lurikto juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya etika sosial di kalangan remaja, mulai dari meningkatnya kekerasan, kebohongan, hingga hilangnya rasa hormat kepada orang tua.

“Pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.

Mengakhiri paparannya, Lurikto memberikan pesan moral kepada generasi muda agar menjaga diri, menghormati orang tua, mengembangkan empati, dan menggunakan waktu sebaik mungkin.

“Masa depan tidak datang dua kali. Warnai hidupmu dengan hal-hal positif dan teruslah berkembang,” pungkasnya.

Seminar ini merupakan bagian dari program Gereja Ramah Anak Remaja dan Pemuda yang diinisiasi Resort GKE Karau Ampah, sebagai upaya membangun generasi muda yang cerdas, peduli, dan berintegritas di era digital. (BME-1)