BERITA62.COM, Barito Timur – Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang perdana Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Februari 2025.
Sidang ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam 22 tahun sejak pengesahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, DPN resmi terbentuk dan mulai menjalankan tugasnya.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertahanan negara merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap bangsa dan negara merupakan tujuan utama nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Vitalnya masalah pertahanan bagi suatu negara. Bahkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Asas pertama adalah asas perlindungan, artinya asas pertahanan,” ujarnya.
Prabowo juga menyoroti dinamika geopolitik global yang semakin menegaskan pentingnya ketahanan nasional. Ia menyebut bahwa dalam konsep bernegara (statecraft), berbagai aliran pemikiran telah berkembang, mulai dari ideologi hingga ekonomi. Namun, dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, prinsip utama yang harus dijaga adalah kelangsungan hidup bangsa.
Sementara itu, Ketua Harian DPN sekaligus Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa DPN bertugas merumuskan kebijakan umum pertahanan negara dalam periode lima tahun. Dewan ini juga akan memberikan usulan kebijakan strategis kepada Presiden dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
Sidang perdana ini menandai komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan negara secara lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Keberadaan DPN diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam perencanaan strategi pertahanan yang adaptif terhadap tantangan global serta memperkokoh kedaulatan Indonesia.
Turut hadir dalam sidang tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta para pejabat lainnya. (BME-3)







