BERITA62.COM, Barito Timur – Saat malam telah sepenuhnya menyelimuti jantung Kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Rabu, 26 November 2025, suasana Natal mulai terasa. Di ruas Jalan A Yani, lampu-lampu berbentuk pohon Natal terpasang rapi pada median jalan, menyalakan kilau lembut, seolah menghangatkan langkah warga yang melintas di jalan protokol itu.
Meski belum semua terpasang di sepanjang median jalan yang terbentang mulai simpang Jalan Kartika hingga Rujab Bupati Barito Timur, namun ornamen sederhana penuh makna tersebut menjadi tanda awal hadirnya sukacita Natal 2025 dan tahun yang segera berganti.
Pemandangan ini bukan sekadar upaya mempercantik wajah kota. Ia lahir dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk menyemarakkan hari-hari besar keagamaan dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarsesama. Lewat Surat Edaran Nomor 180/43/XI/HUK/2025, Bupati Barito Timur, M Yamin, menginstruksikan seluruh instansi dan masyarakat agar turut menghadirkan suasana meriah dan harmonis menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Kita ingin suasana Natal dan Tahun Baru terasa hangat di seluruh Barito Timur, tetapi tetap dilaksanakan dengan sederhana, penuh makna dan menjunjung tinggi kebersamaan serta toleransi,” ujar Yamin dalam surat edaran tersebut.
Instruksi itu kini menjelma nyata. Lampu-lampu ornamen yang menyerupai pohon Natal di sepanjang jalan protokol menjadi simbol semangat berbagi suka cita.
Pemerintah mengarahkan pemasangan ornamen dilakukan di halaman kantor, sepanjang ruas jalan dan area rumah ibadah agar nuansa perayaan dapat dirasakan merata oleh masyarakat.
Setiap kelap-kelip cahaya menjadi ajakan sunyi untuk lebih saling menghargai, menjaga harmoni dan merayakan perbedaan sebagai kekayaan bersama.
Namun di balik kemeriahan itu, Bupati tetap menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum.
“Kemeriahan itu penting, tetapi ketertiban dan kenyamanan masyarakat harus tetap diutamakan,” tegasnya.
Pemerintah mengingatkan bahwa perayaan tidak boleh mengganggu aktivitas warga lain, tak peduli mereka merayakan atau tidak. Karena itulah lembaga keagamaan diminta mengatur rangkaian ibadah dengan memperhatikan stabilitas keamanan, sementara kegiatan hiburan wajib mempertimbangkan kenyamanan lingkungan.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib, Satpol PP diperintahkan meningkatkan pengawasan hingga ke tingkat kecamatan. Pemerintah desa, Forkopimcam, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat dilibatkan untuk membentuk pos pemantauan keamanan, terutama menjelang ibadah Natal dan pergantian tahun.
Pada saat yang sama, masyarakat didorong menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
Di sela upaya itu, pemerintah kembali mengingatkan Aparatur Sipil Negara agar tidak menambah libur di luar ketentuan demi menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Di tengah semua seruan itu, ornamen-ornamen Natal yang kini mulai menghiasi jalan protokol menjadi penanda bahwa Barito Timur menyambut hari raya dengan cara yang hangat dan beradab, meriah, tetapi tetap menjaga keharmonisan bersama.
Setiap kelap-kelip lampu yang berpendar di Jalan A Yani seakan membawa pesan yang sama bahwa perayaan yang sesungguhnya bukan hanya tentang dekorasi, tetapi tentang kebersamaan yang tumbuh dari hati yang saling memahami.
Barito Timur kembali menegaskan dirinya sebagai rumah yang aman, damai dan terbuka bagi siapa pun yang merayakan suka cita Natal dan menyambut Tahun Baru. Dengan cahaya-cahaya ini, kota kecil Tamiang Layang seperti sedang berbisik lirih, selamat datang sukacita Natal. (BME-1)







