Kesan Mendalam Wisudawan Warnai Wisuda ke-VIII STT Permata Bangsa Barito

Dalam kesannya, Fernandez menegaskan bahwa salah satu kekuatan STT PBB adalah kekompakan dan hubungan yang terbangun antara mahasiswa, dosen dan staf.

Wisuda Sarjana Teologi (STh), Sarjana Pendidikan Agama Kristen (SPd) dan Magister Teologi (MTh) STT Permata Bangsa Barito (PBB) di GPU Mantawara Tamiang Layang, Rabu, 26 November 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Momen Wisuda ke-VIII Sekolah Tinggi Teologi (STT) Permata Bangsa Barito (PBB) di Gedung Mantawara, Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Rabu, 26 November 2025, diwarnai ungkapan kesan mendalam dan pesan menyentuh dari mahasiswa yang baru menyelesaikan studi.

Sebanyak 28 lulusan dari tiga program studi resmi dikukuhkan, namun sorotan utama acara justru hadir dari suara hati para wisudawan yang merasakan transformasi selama menempuh pendidikan teologi.

Mewakili teman-temannya, wisudawan S1, Fernandez Maruli Hasoloan, menyampaikan bahwa perjalanan akademik di STT PBB bukan sekadar proses memperoleh gelar, melainkan pengalaman membentuk karakter, iman dan panggilan hidup.

“STT PBB bukan hanya membentuk pengetahuan teologis, tetapi juga karakter dan panggilan hidup sebagai pelayan Tuhan,” ujarnya dengan nada haru.

Dalam kesannya, Fernandez menegaskan bahwa salah satu kekuatan STT PBB adalah kekompakan dan hubungan yang terbangun antara mahasiswa, dosen dan staf.

“Ada suasana kekeluargaan yang hangat. Para dosen, staf dan mahasiswa saling mendukung seperti sebuah keluarga rohani,” tuturnya.

Kebersamaan itu disebutnya terasa dalam setiap kegiatan kampus, baik di kelas, kapel, maupun kegiatan pelayanan lapangan.

Fernandez juga menyoroti bahwa pengajaran di kampus tidak hanya berisi teori teologi, tetapi langsung menyentuh praktik pelayanan.

“Setiap mata kuliah, diskusi dan bimbingan sangat aplikatif untuk pelayanan di gereja dan masyarakat. Dosen mengajar dengan ketulusan dan hati yang melayani,” katanya.

Menurut Fernandez, hal itu membantu mahasiswa lebih siap melayani jemaat dan terjun ke masyarakat setelah lulus. Pertumbuhan Rohani dan Pembentukan Karakter
Wisudawan ini menegaskan bahwa STT PBB tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan rohani.

Ia menyebut kapel rutin, pembinaan rohani dan kehidupan komunitas sebagai sarana yang membuat mahasiswa bertumbuh dalam disiplin rohani dan karakter Kristus.

“Kami dibentuk untuk semakin mengenal Tuhan secara benar dan bertumbuh dalam karakter Kristus,” lanjutnya.

Dalam pesannya, Fernandez menambahkan bahwa kampus memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk mengasah dan menemukan talenta mereka, seperti kepemimpinan, musik, pelayanan mimbar, hingga pelayanan praktis lainnya.

Hal ini menyiapkan mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai spektrum pelayanan di gereja maupun sosial kemasyarakatan setelah lulus.

Fernandez juga menyampaikan sejumlah pesan penting yang ia titipkan kepada seluruh keluarga besar STT PBB.
Pertama, ia menekankan pentingnya integritas pelayanan.

“Integritas adalah mahkota seorang hamba Tuhan. Kiranya civitas akademika terus menjunjung tinggi keteladanan dan kekudusan hidup,” pesannya.

Kedua, ia berharap kampus terus dikembangkan sebagai pusat pembentukan pelayan yang unggul, baik secara akademik maupun pembinaan rohani.
Ketiga, ia mendorong mahasiswa yang masih belajar agar tetap setia dalam panggilan, tidak menyerah pada proses dan saling menguatkan.
Keempat, ia mengucapkan terima kasih mendalam kepada para dosen dan pembina.

“Dedikasi para dosen dan pembina sangat berdampak bagi pertumbuhan kami. Kiranya Tuhan memberikan hikmat dan sukacita bagi mereka dalam pengabdian,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Fernandez mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih karena telah menjadi bagian dari STT Permata Bangsa Barito, kampus yang diyakininya dipakai Tuhan untuk melahirkan pelayan-pelayan yang berintegritas.

“We love STT PBB. Kami cinta STT Permata Bangsa Barito,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Meski fokus perhatian tertuju pada pesan wisudawan, prosesi wisuda tetap menjadi tanda perjalanan akademik STT PBB dalam menghadirkan pendidikan teologi bermutu. Ketua STT PBB, Dr Samuel Simanjuntak, menegaskan pihaknya bersyukur karena para lulusan kembali menambah jejak pelayanan STT PBB di gereja, sekolah dan instansi pemerintah.

Wisuda ini juga menunjukkan bahwa kampus yang terletak di Kelurahan Taniran itu terus berkontribusi bagi pembangunan manusia di Barito Timur dan Kalimantan Tengah, melalui pendidikan yang telah terakreditasi BAN-PT. (BME-1)