BERITA62.COM, Jakarta – Bupati Barito Timur, M Yamin, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Yamin secara resmi menyampaikan usulan penanganan infrastruktur strategis di wilayah Barito Timur kepada Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar. Usulan yang disampaikan mencakup perbaikan dan peningkatan kualitas sejumlah ruas jalan nasional yang melintasi Kabupaten Barito Timur.
Selain itu, ia juga mengajukan usulan penanganan jalan daerah melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 sebagai langkah mendukung percepatan pembangunan dan pemerataan akses di seluruh wilayah kabupaten.
Bupati menegaskan bahwa kondisi beberapa ruas jalan nasional di Barito Timur saat ini cukup memprihatinkan, sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan optimal.
“Kami sangat berharap usulan yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat. Infrastruktur jalan nasional ini merupakan urat nadi pergerakan masyarakat, termasuk distribusi barang dan kebutuhan pokok,” ujar Yamin dalam keterangannya.
Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di Barito Timur.
“Jika infrastruktur jalan kita optimal, pertumbuhan ekonomi akan semakin terbuka lebar. Pelayanan publik, akses pendidikan, hingga fasilitas kesehatan juga akan jauh lebih mudah dijangkau,” tegas Yamin.
Menurut Kepala Daerah, komitmen Pemkab Barito Timur dalam mendorong pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami terus berupaya mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur yang menjadi pilar utama dalam meningkatkan konektivitas dan produktivitas daerah,” tambahnya.
Pemkab Barito Timur optimistis bahwa dukungan dari Kementerian PUPR akan mempercepat peningkatan kualitas akses dan mobilitas antarwilayah, sehingga mampu memperkuat daya saing daerah di masa mendatang. (BME-1)







