Rutan Tamiang Layang Dukung Pelestarian Museum Lewu Hante sebagai Warisan Budaya Dayak Maanyan

Bakti sosial yang dilakukan mencakup pembersihan halaman, perawatan bangunan betang, hingga perapihan area publik yang menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan pengunjung museum.

Rutan Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur melaksanakan bakti sosial pembersihan dan perawatan kawasan Museum Lewu Hante di Desa Taniran, Minggu, 23 November 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya lokal dengan melaksanakan bakti sosial pembersihan dan perawatan kawasan Museum Lewu Hante di Kelurahan Taniran, Minggu, 23 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025. Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, memimpin langsung aksi kemasyarakatan tersebut bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai yang terlibat melalui program pembinaan kerja sosial.

“Kami ingin membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan hanya mengurus warga binaan di dalam rutan, tetapi juga hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Agung.

Bakti sosial yang dilakukan mencakup pembersihan halaman, perawatan bangunan betang, hingga perapihan area publik yang menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan pengunjung museum. Menurut Agung, pelestarian destinasi budaya harus menjadi kepedulian bersama.

“Museum Lewu Hante adalah kebanggaan masyarakat Barito Timur. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, museum ini bisa semakin menarik sebagai pusat edukasi budaya,” tegasnya.

Museum Lewu Hante merupakan replika rumah betang khas suku Dayak Maanyan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Di dalamnya tersimpan koleksi budaya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, adat istiadat, hingga hasil kerajinan tradisional masyarakat Dayak Maanyan.

Keberadaan Museum Lewu Hante menjadi simbol identitas daerah yang perlu dijaga lintas generasi.

Agung menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh jajaran Rutan Tamiang Layang mengenai pentingnya merawat warisan budaya.

“Kami berharap langkah kecil ini dapat menggugah kepedulian banyak pihak dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata budaya daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa program pembinaan kerja sosial bagi warga binaan dan petugas akan terus diarahkan agar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Semangat kami sejalan dengan moto Pemasyarakatan: Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat. Itu yang terus kami upayakan dalam setiap kegiatan,” pungkasnya. (BME-1)