Reses di Tiga Desa, Purdiono Serap Aspirasi Terkait Lahan, Infrastruktur dan Pendidikan

Dalam forum tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan aspirasi, terutama terkait persoalan status lahan yang sebelumnya berada di bawah Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN.

Pertemuan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Purdiono, pada tiga desa di Kabupaten Barito Timur, Rabu, 8 April 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Purdiono, mengintensifkan penyerapan aspirasi masyarakat dengan menggelar reses di tiga desa di wilayah Kecamatan Raren Batuah dan Kecamatan Pematang Karau, Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun berbagai persoalan mendasar yang dihadapi warga, mulai dari sengketa lahan, infrastruktur, hingga sektor pendidikan.

Reses pertama berlangsung di Desa Batuah, Kecamatan Raren Batuah, yang dihadiri kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, para ketua RT, serta warga. Dalam forum tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan aspirasi, terutama terkait persoalan status lahan yang sebelumnya berada di bawah Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN.

Purdiono mengungkapkan, warga menginginkan kejelasan hukum atas lahan yang selama ini mereka kelola dan jadikan sumber penghidupan.

“Masyarakat meminta agar ada kejelasan dan pengembalian hak atas tanah tersebut, karena mereka merasa itu adalah milik mereka dan menjadi tempat mereka berusaha,” katanya.

Agenda reses kemudian berlanjut ke Desa Malintut. Dalam pertemuan yang juga dihadiri pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan warga tersebut, aspirasi yang mengemuka didominasi sektor pertanian dan pendidikan. Warga mengusulkan bantuan alat dan sarana pertanian guna meningkatkan produktivitas hasil tani.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang hingga kini belum memiliki kejelasan status, meskipun sebagian telah mengabdi puluhan tahun.

“Aspirasi masyarakat di Malintut fokus pada penguatan sektor pertanian dan kejelasan status guru PAUD, yang selama ini belum mendapatkan kepastian,” jelasnya.

Kunjungan reses ditutup di Desa Kupang Bersih, Kecamatan Pematang Karau. Dalam pertemuan di lokasi ini, warga mengeluhkan kondisi infrastruktur, khususnya jalan usaha tani yang dinilai sangat vital bagi aktivitas ekonomi mereka.

BACA  Reses di SMAN 1 Awang Lapai, Rafi Hidayatullah Dorong Semangat Generasi Muda

Selain itu, kerusakan parah pada jalan penghubung antar desa, mulai dari Desa Tuyau, Kupang Bersih hingga Desa Ketab, menjadi sorotan utama. Jalan tersebut dilaporkan mengalami longsor akibat gerusan air, sehingga membahayakan mobilitas warga.

Menanggapi hal itu, Purdiono menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan.

“Yang menjadi kewenangan provinsi akan kami usulkan di tingkat provinsi, sedangkan yang menjadi kewenangan kabupaten akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.

Purdiono menambahkan, masyarakat menginginkan pemerataan pembangunan yang lebih nyata di Kalimantan Tengah. Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, dirinya berkomitmen mengawal setiap aspirasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di Komisi I DPRD Kalteng.

“Kami akan terus berupaya agar aspirasi masyarakat ini dapat terealisasi, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. (BME-1)