BERITA62.COM, Barito Timur – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur, Kariato, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses perorangan di tiga desa selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mayoritas usulan warga berkaitan dengan perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas pertanian hingga kebutuhan sarana umum di desa.
Kariato menjelaskan, reses dimulai pada 5 Maret di Desa Luaw Jawuk, dilanjutkan pada 6 Maret di Desa Juru Banu dan berakhir pada 7 Maret di Desa Telang Baru. Melalui pertemuan langsung dengan masyarakat, ia menerima berbagai keluhan sekaligus usulan prioritas yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui kebijakan pembangunan daerah.
“Saya melaksanakan reses dari tanggal 5 sampai 7 Maret 2026. Tanggal 5 saya reses di Desa Luaw Jawuk, kemudian tanggal 6 di Desa Juru Banu dan terakhir tanggal 7 di Desa Telang Baru,” ujar Kariato saat menyampaikan hasil kegiatan resesnya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, di Desa Luaw Jawuk masyarakat menyoroti kondisi jalan desa yang rusak parah sehingga banyak menimbulkan kubangan, terutama saat musim hujan. Selain itu, kelompok tani di desa tersebut juga mengusulkan bantuan traktor guna meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dalam reses itu usulan prioritas masyarakat umumnya berupa infrastruktur jalan. Seperti di Desa Luaw Jawuk, jalan desa banyak kubangan karena rusak. Kemudian usulan lain yaitu di bidang pertanian, masyarakat membutuhkan traktor untuk kelompok tani,” kata Kariato.
Sementara itu di Desa Juru Banu, warga mengusulkan perbaikan jembatan kayu ulin sepanjang sekitar 900 meter yang telah berusia 25 tahun dan menjadi satu-satunya akses menuju desa tersebut. Menurut Kariato, permintaan tersebut sebenarnya sudah cukup lama disampaikan masyarakat, namun hingga kini belum terealisasi.
Berbeda dengan dua desa sebelumnya, aspirasi masyarakat di Desa Telang Baru lebih beragam. Warga mengusulkan perbaikan jalan lintas Telang Baru menuju Desa Tampu Langit, perbaikan jalan dalam desa sepanjang sekitar 800 meter yang kondisinya rusak, pembangunan pagar pekuburan muslim serta pagar sekolah. Selain itu, masyarakat juga meminta bantuan ternak kambing untuk enam kelompok peternak di desa tersebut.
Meski kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Kariato menegaskan seluruh aspirasi masyarakat tetap akan disampaikan dalam laporan hasil reses kepada pemerintah daerah.
“Kami punya harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk mengakomodir paling tidak sebagian dari usulan prioritas yang disampaikan masyarakat,” ujarnya.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga berharap kegiatan reses tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana efektif untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Mengingat APBD kita tahun ini berkurang, kami berharap pemerintah daerah dapat mengkaji ulang agar uang APBD yang terbatas itu bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat melalui pembangunan yang benar-benar bersentuhan langsung dengan kebutuhan mereka,” tegas Kariato.
Kariato menambahkan, selama ini banyak program pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat justru berasal dari aspirasi yang disampaikan melalui kegiatan reses anggota DPRD.
“Karena itu, kami menilai pemerintah daerah perlu lebih memperhatikan usulan-usulan yang lahir dari pertemuan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat,” tandasnya.
Sebagai informasi, reses perorangan merupakan kegiatan anggota DPRD di luar masa sidang yang bertujuan untuk mengunjungi daerah pemilihannya guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Hasil reses tersebut kemudian disampaikan dalam rapat DPRD dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan serta penganggaran daerah melalui APBD. (BME-1)








