BERITA62.COM, Barito Timur – Arus pasokan dari luar daerah menjadi penyangga utama stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur pada Ramadan 1447 Hijriah. Bahkan, komoditas bawang merah yang kerap memicu gejolak harga diprediksi justru berpotensi turun menjelang akhir bulan puasa.
Kepala UPT Pasar Tamiang Layang, Marjuno, mengatakan hingga pekan kedua Ramadan harga bawang merah masih bertahan di angka Rp45.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai masih dalam kategori normal.
“Sampai hari ini untuk bawang merah masih berkisar di harga Rp45.000 per kilogram. Itu masih harga normal,” ujarnya.
Marjuno menjelaskan, naik turunnya harga bawang merah umumnya dipengaruhi faktor cuaca dan kelancaran distribusi. Saat ini suplai dari Bima dan Pulau Jawa masih lancar sehingga harga tetap stabil.

“Sekarang ada pasokan bawang merah yang masuk dari Bima dan Jawa sehingga harganya masih stabil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marjuno menyebut dalam waktu dekat pasokan dari Brebes, Jawa Tengah, juga akan masuk ke pasar. Jika distribusi berjalan sesuai rencana, harga bawang merah diperkirakan bisa turun hingga Rp30.000 per kilogram di penghujung Ramadan.
Stabilitas juga terjadi pada komoditas cabai dan sayur-mayur. Cabai keriting dan cabai besar saat ini dijual sekitar Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit Rp65.000 per kilogram. Seluruh harga tersebut masih berada dalam batas wajar.
Untuk komoditas daging, harga daging sapi masih bertahan di Rp160.000 per kilogram. Daging ayam pedaging dijual Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, ayam kampung Rp70.000 per ekor, bebek Rp50.000 per ekor dan telur ayam Rp2.000 hingga Rp2.100 per butir.
Marjuno mengakui, sebelumnya harga ayam pedaging sempat melonjak akibat gangguan pasokan.
“Kalau ayam pedaging beberapa waktu lalu sempat naik sampai Rp55.000 per ekor karena pasokan dari Kalsel terlambat,” katanya. Namun kini kondisi kembali normal seiring lancarnya distribusi.
Memasuki Ramadan, permintaan daging di masyarakat meningkat cukup tajam. Hal itu berdampak pada lonjakan omzet pedagang.
“Memasuki Ramadan konsumsi daging meningkat sehingga omzet penjualan daging ayam juga naik sampai 100 persen dibanding hari biasa,” ungkap Marjuno.
Menurutnya, kestabilan harga yang terjadi saat ini juga tidak lepas dari pengawasan rutin yang dilakukan Kementerian Perdagangan melalui bidang perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM setempat. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Menjelang Lebaran, ia mengimbau para pedagang agar tetap menjaga etika usaha dan tidak memanfaatkan momentum dengan menaikkan harga secara sepihak.
“Kami berharap para pedagang tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan tidak semerta-merta menaikkan harga ketika stok barang sedikit,” tegasnya.
UPT Pasar, lanjut Marjuno, akan terus melakukan pemantauan harian guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen serta menjaga iklim perdagangan tetap sehat selama Ramadan hingga Idulfitri. (BME-1)







