Tuyum Minta Sekolah di Bartim Jangan Biarkan Papan Interaktif Digital Menganggur

Program papan interaktif digital merupakan bagian dari digitalisasi pendidikan yang mulai berjalan sejak tahun 2024.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Amonius Tuyum.

BERITA62.COM, Barito Timur – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Amonius Tuyum, meminta sekolah-sekolah di Kabupaten Barito Timur tidak membiarkan bantuan papan interaktif digital dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menganggur atau hanya disimpan tanpa dimanfaatkan.

Menurutnya, perangkat digital tersebut memiliki manfaat besar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh), terutama dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

“Saya berharap di Barito Timur ini program tersebut dapat berjalan seperti di daerah-daerah lain karena bantuan papan interaktif itu sangat besar manfaatnya,” ujar Tuyum saat ditemui di Tamiang Layang, Rabu, 18 Februari 2026.

Program papan interaktif digital merupakan bagian dari digitalisasi pendidikan yang mulai berjalan sejak tahun 2024. Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan perangkat tersebut beserta dukungan jaringan internet ke sekolah-sekolah menengah sebagai upaya mempercepat transformasi pembelajaran.

Tuyum menilai papan interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik dan mudah dipahami siswa, khususnya dalam pembelajaran yang membutuhkan visualisasi multimedia.

Namun, ia mengakui pemanfaatan papan interaktif di lapangan masih belum maksimal karena sejumlah kendala, terutama keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik yang belum stabil di beberapa sekolah.

“Kendala utama adalah jaringan internet dan listrik yang belum stabil di sejumlah sekolah. Kalau sudah memakai papan interaktif pasti membutuhkan daya listrik yang lebih besar dan juga jaringan internet yang stabil,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, Tuyum mengungkapkan bahwa di beberapa sekolah perangkat papan interaktif tersebut bahkan belum terpasang dan masih disimpan. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan karena pihak sekolah khawatir perangkat rawan dicuri.

BACA  Pemdes Matabu Bangun Infrastruktur Jalan Lingkungan dan Sumur Gali dari Dana Desa Tahap II

“Beberapa sekolah juga masih menghadapi kendala masalah keamanan, sehingga perangkat papan interaktif belum bisa dipasang di sekolah dengan pertimbangan rawan dicuri,” ungkapnya.

Tuyum juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para guru, agar mampu mengoperasikan perangkat digital tersebut secara optimal.

“Masih ada juga guru yang belum siap menggunakan perangkat papan interaktif tersebut sehingga perlu diberi pelatihan,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat ini berharap Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan perangkat, tetapi juga memastikan kesiapan jaringan listrik, internet, serta pelatihan guru agar program digitalisasi pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di seluruh Kalimantan Tengah, termasuk wilayah Dapil 4 yang meliputi Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya. (BME-1)