BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program pembelajaran baca, tulis dan hitung (Calistung) yang digelar secara rutin dan terjadwal.
Program ini diarahkan untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat kemampuan literasi dasar WBP sebagai bekal penting dalam proses reintegrasi sosial.
Kegiatan pembelajaran Calistung yang kembali dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, tersebut difokuskan pada pengenalan abjad serta penguatan kemampuan literasi dasar. Proses belajar berlangsung interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif para WBP yang mengikuti materi dengan antusias dan suasana kelas yang kondusif.
Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, program ini mendapat pendampingan langsung dari Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 bidang Pembina Kepribadian. Kehadiran pendamping turut membantu menciptakan metode pengajaran yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga materi dapat diserap secara optimal oleh peserta.
Staf Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Tamiang Layang, Debby Subarda, mengatakan program Calistung merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia WBP. Menurutnya, literasi dasar menjadi fondasi bagi perubahan perilaku dan pola pikir yang lebih positif.
“Pembelajaran Calistung ini adalah kesempatan berharga bagi WBP untuk meningkatkan kemampuan diri. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan sungguh-sungguh, serta memanfaatkan program ini sebagai bekal positif untuk masa depan,” ujar Debby di sela kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan ketertiban selama proses pembelajaran berlangsung. Disiplin, kata Debby, tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter WBP selama menjalani masa pembinaan.
Melalui pelaksanaan program Calistung yang berkelanjutan, Rutan Tamiang Layang berupaya menghadirkan pembinaan yang edukatif dan bermakna. Upaya ini diharapkan mampu mendukung proses perubahan WBP secara menyeluruh sekaligus mempersiapkan mereka agar lebih siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (BME-1)






