Tak Hanya Salurkan Bantuan, Wabup Bartim Juga Cari Solusi Banjir di Patangkep Tutui

Menurut Adi, bantuan sembako hanya bersifat sementara sehingga tidak boleh menjadi satu-satunya respons pemerintah daerah terhadap bencana.

Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, menyerahkan secara simbolis bantuan untuk 268 keluarga yang terdampak banjir di Kecamatan Patangkep Tutui, Kamis 15 Januari 2026.

BERITA62.COM, Barito Timur – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, tidak hanya turun menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir tetapi juga menelusuri penyebab dan kemungkinan solusi penanganan banjir saat memimpin penyaluran bantuan di Kecamatan Patangkep Tutui, Kamis, 15 Januari 2026.

Pada kegiatan tersebut, Wabup didampingi Kepala Pelaksana BPBD Damkar beserta jajaran. Di lokasi penyaluran Wabup disambut oleh Camat dan Kapolsek Patangkep Tutui, Danramil 1012-02 Bentot, serta Kepala Desa Bentot dan Pulau Padang.

Bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok disalurkan kepada keluarga terdampak yang tersebar di sejumlah desa di wilayah Patangkep Tutui. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga di RT 05 Desa Bentot.

Di sela kegiatan itu, Adi Mula Nakalelu juga meninjau sejumlah titik rawan banjir serta menyempatkan diri mengunjungi warga yang sedang berduka di desa yang dilalui.

Saat diwawancarai, Wabup menjelaskan bahwa Patangkep Tutui menjadi lokasi terakhir dari rangkaian penyaluran bantuan yang dipimpinnya selama tiga hari terakhir di beberapa kecamatan terdampak.

“Ini hari terakhir penyaluran bantuan yang saya pimpin, yang dimulai dari Kecamatan Dusun Tengah dua hari yang lalu kemudian Kecamatan Awang dan Paku kemarin, hari ini terakhir di Kecamatan Patangkep Tutui,” ujarnya.

Adi kemudian menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus dibarengi dengan langkah konkret mencari jalan keluar agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun.

“Setiap kali kita mendistribusikan bantuan, kiranya bukan sekadar kita memberi bantuan tetapi juga meninjau dan mencari solusi bagi wilayah yang rawan banjir,” ucapnya.

Menurut Adi, bantuan sembako hanya bersifat sementara sehingga tidak boleh menjadi satu-satunya respons pemerintah daerah terhadap bencana.

“Kita ingin meminimalisir banjir yang terjadi di kemudian hari, karena kalau hanya memberi bantuan sembako itu hanya dalam beberapa hari saja sudah habis,” katanya.

BACA  Rutan Tamiang Layang Teken Kontrak Pengadaan Bahan Makanan untuk Warga Binaan Tahun 2025

Meski begitu, Wabup menilai bantuan seperti bahan kebutuhan pokok tetap penting untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Paling tidak bantuan ini ikut meringankan beban warga yang terdampak. Nanti saya akan datang lagi untuk bersama elemen masyarakat serta pemerintah kecamatan dan desa untuk duduk bersama mencari solusi pencegahan banjir yang lebih parah di kemudian hari,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Patangkep Tutui, Simon Stevins Oktavianus, menyebutkan jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mencapai 268 keluarga yang tersebar di empat desa, yakni Desa Bentot, Pulau Padang, Ramania dan Desa Mawani.

“Dari empat desa tersebut yang paling terdampak adalah Desa Bentot, Ramania dan Pulau Padang,” ungkap Simon.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dari pemerintah daerah dilakukan secara simbolis di Desa Bentot dan selanjutnya akan diambil oleh masing-masing desa terdampak.

Simon juga memaparkan bahwa karakteristik banjir di Patangkep Tutui umumnya berlangsung selama dua hingga tiga hari dengan pola aliran dari desa yang berada di dataran lebih tinggi ke wilayah yang lebih rendah.

“Aliran sungai yang meluap dimulai dari Desa Mawani dulu kemudian turun ke Desa Bentot, Ramania dan terakhir Pulau Padang. Jadi aliran banjirnya sebenarnya sudah terbaca dari desa yang berada di dataran paling tinggi kemudian turun terus ke bawah,” katanya.

Menurut Simon, salah satu penyebab utama banjir terparah adalah pendangkalan sungai yang mengurangi daya tampung aliran air. Karena itu, pihaknya berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah.

“Harapan kami seperti apa yang sudah disampaikan Pak Wabup tadi, beliau bukan hanya meninjau tapi sekaligus mencari solusinya. Jadi solusinya bagaimana supaya aliran sungai ini lancar, mudah-mudahan nanti Pak Wabup bisa memperjuangkan untuk normalisasi sungai-sungai di wilayah yang terdampak banjir,” ucapnya. (BME-1)