BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur turut ambil bagian dalam agenda Panen Raya Serentak di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Kamis, 15 Januari 2026, sebagai wujud dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang digelar secara serentak oleh satuan kerja pemasyarakatan di seluruh Indonesia itu diikuti jajaran pejabat struktural Rutan Tamiang Layang, staf pembinaan kemandirian dan perwakilan WBP peserta program Bimbingan Kerja (Bimker).
Di Tamiang Layang, kegiatan dipusatkan di pendopo Rutan, kebun pertanian dan kolam budidaya ikan serta diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting.
Agenda panen raya tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.
Secara nasional, kegiatan diawali dengan laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, dilanjutkan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta pemaparan capaian ketahanan pangan dari sejumlah kantor wilayah yang ditunjuk langsung oleh menteri.
Agenda ini menegaskan komitmen pemasyarakatan dalam berkontribusi terhadap agenda besar ketahanan pangan nasional.
Di Rutan Tamiang Layang, panen raya difokuskan pada kebun ubi jalar dan kolam budidaya ikan lele yang selama ini dikelola WBP melalui program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan dan terarah.
Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program Bimker tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat nyata.
Mewakili Kepala Rutan Tamiang Layang, Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Junaidi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud integrasi antara pembinaan dan kepedulian sosial.
“Panen hari ini bukan sekadar memetik hasil kebun dan kolam, tetapi memetik hasil dari proses pembinaan yang panjang. WBP dilatih untuk produktif, mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa mereka bawa ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran instansi terkait. Sinergi ini sangat berarti dalam mendukung pembinaan kemandirian WBP sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan kepedulian sosial,” katanya.
Melalui panen raya ini, Rutan Tamiang Layang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas, sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menjadikan lembaga pemasyarakatan dan rutan sebagai bagian dari solusi pembangunan, bukan sekadar tempat menjalani pidana. (BME-1)






