BERITA62.COM, Barito Timur – Di balik dinding beton dan jeruji besi Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Natal datang dengan wajah yang lembut. Bukan gemerlap lampu atau deru musik yang paling terasa, melainkan kehadiran. Kehadiran yang menyentuh. Kehadiran yang menegaskan bahwa harapan tak pernah benar-benar terpenjara.
Selasa siang, 30 Desember 2025, Gereja Imanuel Rutan Tamiang Layang menjadi ruang perjumpaan hangat. Panitia Pelaksana Natal Gabungan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, DPRD, PKK Organisasi Wanita serta gereja-gereja se-Kabupaten Barito Timur menggelar anjangsana sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Natal Gabungan Forkopimda Barito Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Ketua Panitia Natal Gabungan Forkopimda Bartim Nomor 018/PANLAK-GAB-PEMDA/2025.
Rombongan dipimpin Asisten III Setda Barito Timur, Edius Uhing, yang hadir mewakili Pj Sekretaris Daerah Barito Timur Misnohartaku selaku Ketua Panitia Natal. Kedatangan mereka disambut hangat Kepala Rutan Tamiang Layang Agung Novarianto bersama jajaran pejabat manajerial Rutan. Suasana yang tercipta jauh dari kesan formal. Ada senyum yang tulus ada jabat tangan yang erat ada tatapan mata yang saling menguatkan.
Kehadiran lintas sektor semakin lengkap dengan turut hadirnya Wakapolres Barito Timur Kompol Alexander Ferdiasanta Sitepu beserta unsur Forkopimda dan organisasi terkait. Sinergi ini menjadi pesan tersendiri bahwa Natal adalah momentum kebersamaan lintas batas dan lintas peran. Kasih tidak mengenal sekat.
Dalam sambutannya Edius Uhing menyampaikan bahwa anjangsana ini merupakan bagian penting dari rangkaian Natal Gabungan Forkopimda. Menurutnya kegiatan tersebut adalah wujud nyata kepedulian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terhadap warga Barito Timur termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di Rutan Tamiang Layang.
“Walaupun bingkisan yang kami serahkan sederhana kami berharap dapat bermanfaat dan menjadi penguat kebersamaan khususnya bagi seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali yang beragama non-Kristen dan Katolik” ujarnya.
Kata-kata itu bergema sederhana namun bermakna. Di ruangan ibadah yang hening bingkisan bukan sekadar barang. Ia menjadi simbol bahwa negara hadir dengan empati bahwa masa depan tetap terbuka bagi siapa pun yang mau berbenah.
Kepala Rutan Tamiang Layang Agung Novarianto menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepedulian tersebut lebih dari sekadar bantuan material.
“Bagi kami dan warga binaan pemasyarakatan, perhatian ini adalah dukungan moral yang sangat berarti. Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus menjalani masa pembinaan dengan baik hingga nantinya siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa yang mengalir lirih namun penuh harap. Doa tentang perubahan tentang pengampunan tentang hari esok yang lebih baik. Penyerahan bingkisan secara simbolis menutup kegiatan siang itu. Namun maknanya tinggal lebih lama di hati para warga binaan.
Anjangsana Natal ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Bahwa di balik jeruji besi pun harapan bisa tumbuh disirami kasih dan kepedulian.
Natal di Rutan Tamiang Layang tahun ini pun menjadi kesaksian kecil namun bermakna bahwa terang selalu menemukan celah untuk masuk. (BME-1)






