Umum  

Natal di Rutan Tamiang Layang: Rindu dan Harapan yang Bertemu di Balik Jeruji

Suasana haru pun tak terelakkan, senyum tertahan, mata berkaca dan pelukan hangat yang seolah menghapus jarak waktu serta ruang.

Rutan Tamiang Layang membuka layanan kunjungan khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat perayaan Natal 25-26 Desember 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi yang kerap diasosiasikan dengan jarak dan keterpisahan, Natal justru menemukan maknanya yang paling jujur. Di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Hari Natal 2025 hadir bukan hanya dalam bentuk perayaan, melainkan ruang pulang, tempat rindu disapa, doa dipertemukan dan harapan dipeluk kembali.

Selama dua hari, 25 hingga 26 Desember 2025, Rutan Tamiang Layang membuka layanan kunjungan khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Layanan ini menjadi jembatan kebersamaan, mempertemukan mereka yang sedang menjalani masa pembinaan dengan keluarga tercinta di momen kelahiran Sang Juruselamat.

Suasana haru pun tak terelakkan, senyum tertahan, mata berkaca dan pelukan hangat yang seolah menghapus jarak waktu serta ruang.

Kebijakan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: WP.17.PK.08.02-253 tanggal 25 November 2025, yang mengatur petunjuk dan arahan penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Namun lebih dari sekadar pelaksanaan aturan, layanan ini menjelma menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan.
Sejak pagi hari, keluarga warga binaan berdatangan dengan wajah penuh harap.

Di setiap sudut ruang kunjungan, percakapan sederhana berubah menjadi doa panjang, dan tatapan mata menyimpan ribuan kata yang tak terucap.

Para petugas Rutan pun sigap mengawal jalannya kunjungan, memastikan setiap proses, mulai dari pendaftaran, penitipan barang, penggeledahan, hingga pengawasan, berjalan tertib, aman dan penuh rasa hormat.

Kolaborasi seluruh jajaran Rutan Tamiang Layang, termasuk regu pengamanan dan personel yang sedang lepas piket, menjadi kunci sukses layanan ini. Dukungan personel Polres Barito Timur turut memperkuat pengamanan, tanpa mengurangi nuansa humanis yang menjadi roh pelayanan Natal tahun ini.

BACA  Keluarga Warga Binaan Periksa Kesehatan Gratis di Rutan Tamiang Layang

Layanan kunjungan khusus Natal dibuka dalam dua sesi setiap harinya, yakni pagi pukul 08.00–11.00 WIB dan siang pukul 13.00–15.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan wajah pemasyarakatan yang tidak hanya tegas dalam aturan, tetapi juga lembut dalam pendekatan.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa Natal adalah momentum yang sarat makna, terutama bagi warga binaan yang tengah berjuang memperbaiki diri.

“Momentum Natal menjadi waktu yang sangat bermakna bagi warga binaan dan keluarganya. Melalui layanan kunjungan khusus ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat, agar mereka tetap merasakan kasih, dukungan, dan penguatan moral dalam menjalani masa pembinaan,” ujarnya penuh empati.

Menurut Agung, kehadiran keluarga di hari besar keagamaan bukan hanya obat rindu, tetapi juga energi positif yang mampu menumbuhkan semangat perubahan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang aman, tertib, dan humanis. Di hari besar keagamaan seperti Natal, nilai-nilai kemanusiaan dan pembinaan harus berjalan seiring dengan keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Natal di Rutan Tamiang Layang akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia hadir sebagai pengingat bahwa di balik setiap jeruji, masih ada hati yang berharap, keluarga yang menanti dan masa depan yang sedang diperjuangkan.

Di tempat inilah, Natal menemukan maknanya yang paling sunyi sekaligus paling terang, kasih yang tidak pernah benar-benar terpenjara. (BME-1)