BERITA62.COM, Barito Timur – Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur melakukan peninjauan lapangan terhadap hasil perbaikan jalan dan jembatan penghubung Desa Hayaping–Desa Janah Jari, Kecamatan Awang, Minggu, 21 Desember 2025. Peninjauan dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bartim Kariato, didampingi Wakil Ketua Rafi Hidayatullah serta anggota I Putu Widid Septiawan dan JM Idat. Rombongan juga didampingi Kepala Desa Hayaping Krisnayadi dan Ketua RT 06 Desa Hayaping Rinton.
Di lokasi peninjauan, Komisi III menemukan sejumlah pekerjaan jembatan yang dinilai belum rapi. Selain itu, sisa material berupa jembatan darurat dan tonggak kayu masih belum dibersihkan, sehingga berpotensi menghambat aliran sungai. Rombongan juga melakukan pengukuran volume pekerjaan cor jalan bersama aparat desa.
“Kami turun langsung ke lapangan karena menerima keluhan masyarakat terkait kualitas pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan penghubung Hayaping–Janah Jari,” ujar Kariato usai peninjauan.
Menurutnya, keluhan warga mencakup volume pekerjaan, kualitas hasil, hingga besaran anggaran yang digunakan. Karena itu, Komisi III merasa perlu memastikan bahwa pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan perencanaan.
“Kami tidak mempersoalkan siapa kontraktornya. Yang menjadi perhatian kami adalah volume dan kualitas pekerjaan harus sesuai RAB dan waktu pengerjaan,” tegasnya.
Kariato juga menyoroti kondisi jalan penghubung Hayaping–Janah Jari yang dinilai belum maksimal meski hampir setiap tahun dilakukan perbaikan. Kondisi tersebut, kata dia, masih menjadi keluhan masyarakat.
“Hampir setiap tahun ada pekerjaan, tapi belum juga tuntas. Kondisi jalan masih seperti itu dan terus dikeluhkan warga,” katanya.
Ketua Komisi III menjelaskan, peninjauan yang dilakukan masih bersifat umum berdasarkan laporan masyarakat. Untuk itu, Komisi III meminta dinas teknis melakukan pengecekan menyeluruh agar kesesuaian volume dan kualitas pekerjaan dapat dipastikan.
“Tadi kami dengar ada dua pekerjaan jembatan ulin, dua box culvert, dan dua peningkatan jalan cor beton. Cor jalan yang kami lihat volumenya sekitar 5,5 x 55 meter, dengan anggaran sekitar Rp200 juta, apakah sudah sesuai? Ini perlu dicermati agar penggunaan anggaran ke depan lebih efisien dan tepat sasaran,” jelas Kariato.
Sementara itu, Kepala Desa Hayaping Krisnayadi mengapresiasi langkah Komisi III DPRD Barito Timur yang turun langsung ke lapangan menindaklanjuti keluhan warga.
“Saya selaku kepala desa ikut melihat langsung. Kondisi jembatan yang dikerjakan memang terlihat belum tuntas,” ujarnya.
Krisnayadi meminta kontraktor segera menyelesaikan dan merapikan pekerjaan agar infrastruktur dapat berfungsi optimal.
Ia juga berharap perbaikan jalan penghubung Hayaping–Janah Jari ke depan dilakukan lebih maksimal, termasuk penggantian jembatan kayu menjadi jembatan beton.
Selain itu, Krisnayadi berharap pada tahun 2026 Pemkab Barito Timur tidak lagi menunda pembangunan jembatan beton di Sungai Awang.
“Kami berharap Jembatan Sei Awang pada 2026 sudah mulai dibangun jembatan beton. Masyarakat sudah tidak mau lagi jika hanya perbaikan sementara,” tegasnya. (BME-1)






