BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya menangani kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Penanganan Kelangkaan BBM yang digelar di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa, 16 Desember 2025.
Rakor dipimpin oleh Asisten II Setda Barito Timur, Amrullah, yang mewakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku.
Dalam kesempatan membacakan sambutan Pj Sekda, Amrullah menegaskan bahwa kelangkaan BBM telah memberikan dampak nyata terhadap aktivitas masyarakat.
“Dalam beberapa waktu terakhir terjadi kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax pada SPBU di Kabupaten Barito Timur. Kondisi ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap aktivitas masyarakat, sektor transportasi, kegiatan ekonomi serta pelayanan publik,” ungkapnya.
Amrullah menyampaikan, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius serta penanganan yang cepat, tepat dan terkoordinasi antarinstansi. Karenanya, rakor ini digelar untuk mengidentifikasi penyebab kelangkaan BBM, baik dari sisi pasokan, distribusi maupun faktor teknis lainnya.
Selain itu, rakor juga bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, perangkat daerah terkait, Pertamina, serta para pengelola SPBU dan Pertashop di wilayah Barito Timur.
“Rapat ini juga diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah strategis serta solusi konkret, baik jangka pendek maupun jangka menengah, guna menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat,” lanjut Amrullah.
Ia menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian penyaluran BBM agar tepat sasaran, sekaligus mencegah terjadinya penimbunan dan penyalahgunaan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Pengawasan distribusi, pengendalian penyaluran agar tepat sasaran, serta upaya pencegahan penimbunan dan penyalahgunaan BBM harus menjadi perhatian bersama. Komunikasi yang transparan kepada masyarakat juga sangat diperlukan agar tidak menimbulkan keresahan dan spekulasi di lapangan,” tegas Asisten II.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Barito Timur berharap dapat menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi tindak lanjut yang jelas dan segera dilaksanakan oleh instansi terkait, sehingga distribusi BBM di daerah tersebut dapat kembali normal.
“Melalui rapat ini, kita berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat segera ditindaklanjuti demi memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat Kabupaten Barito Timur kembali stabil,” pungkas Amrullah.
Rakor ini dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, perwakilan camat se-Kabupaten Barito Timur, pimpinan SPBU reguler dan Pertashop, serta pihak-pihak terkait lainnya yang berperan dalam pengelolaan dan distribusi BBM di Barito Timur. (BME-1)






