BERITA62.COM, Barito Timur – Tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Barito Timur, TNI dan Polri, melakukan pengecekan kesiapan RSUD Tamiang Layang menghadapi berbagai potensi kondisi darurat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, Senin, 15 Desember 2025.
Tim gabungan dipimpin oleh Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu, dan disambut langsung oleh Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari, beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Pengecekan difokuskan pada kesiapan Unit Gawat Darurat (UGD), tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana pendukung layanan kesehatan.
Usai melakukan peninjauan, Ari Panan P Lelu menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal saat Nataru.
“Pengecekan di rumah sakit ini bertujuan untuk memastikan bahwa unit gawat darurat atau UGD kita siap dalam menghadapi kondisi darurat saat memasuki hari raya Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Menurut Asisten I, potensi kondisi darurat tidak hanya dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga adanya agenda besar di wilayah sekitar.
“Apalagi di akhir bulan ini juga ada kegiatan akbar di Kalimantan Selatan, yaitu Haul Guru Sekumpul, yang tentu berpotensi meningkatkan arus perjalanan dan risiko kejadian darurat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ari Panan juga menekankan pentingnya pengaturan jadwal tenaga medis selama periode Nataru. Ia meminta manajemen RSUD Tamiang Layang agar mengatur dengan baik jadwal dokter dan tenaga kesehatan, termasuk yang mengambil cuti atau mengikuti ibadah Natal.
“Tadi saya sampaikan kepada Direktur RSUD Tamiang Layang agar rekan-rekan dokter yang bertugas, yang cuti maupun yang menghadiri ibadah Natal agar diatur sehingga selalu siap. Ketika ada situasi atau kondisi darurat, rumah sakit bisa menangani dengan baik,” tegasnya.
Selain sumber daya manusia, kesiapan sarana pendukung juga menjadi perhatian tim gabungan. Ari Panan memastikan ketersediaan obat-obatan, pasokan listrik, serta peralatan medis berada dalam kondisi siap pakai.
“Demikian juga kesiapan obat-obatan, listrik maupun peralatan di rumah sakit semuanya harus siap,” ujarnya.
Meski demikian, Ari Panan mengungkapkan bahwa tidak ada penambahan kapasitas khusus, baik dari sisi tenaga medis, tenaga kesehatan, maupun perlengkapan lainnya untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah pasien gawat darurat. Namun, koordinasi dan kesiapsiagaan internal rumah sakit tetap ditekankan agar pelayanan tidak terganggu.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sempat mendiskusikan langkah antisipasi terhadap kemungkinan keadaan darurat lain di luar prediksi, termasuk yang berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG).
“Tadi sempat saya diskusikan juga tentang antisipasi keadaan darurat terkait makan bergizi gratis, misalkan terjadi sesuatu di luar perkiraan kita seperti kasus keracunan,” pungkas Ari Panan. (BME-1)






