BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama unsur TNI dan Polri turun langsung ke Pasar Tamiang Layang untuk memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin, 15 Desember 2025.
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas pasokan serta menjaga daya beli masyarakat.
Pemantauan lapangan tersebut dipimpin Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu. Tim berdialog langsung dengan para pedagang untuk menggali informasi terkini terkait perkembangan harga dan stok bahan pokok hingga memasuki pergantian tahun.
Hasil pengecekan menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun dinilai masih dalam batas kewajaran dan belum mengganggu ketersediaan barang di pasar.
“Kami baru saja selesai melakukan pengecekan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Tamiang Layang,” ujar Ari Panan usai kegiatan.
Ia menyebutkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain kacang tanah, bawang merah, cabai rawit dan daging sapi. Meski demikian, Ari menegaskan bahwa sebagian besar bahan pokok lainnya masih berada pada harga normal dengan stok yang mencukupi.
“Ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti kacang tanah, bawang merah, cabai rawit dan daging sapi, yang lain masih dalam harga normal dan stok juga tersedia,” katanya.
Ari Panan juga memastikan bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi beberapa pekan lalu tidak berdampak terhadap harga maupun ketersediaan bahan pokok di Barito Timur.
“Kenaikan harga beberapa komoditas masih normal dan terjangkau oleh warga kita, dan barangnya tersedia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau para pedagang agar tidak memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan jelang Nataru untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar.
“Orang berdagang memang untuk mencari untung, tapi kami menghimbau agar para pedagang tidak memanfaatkan situasi untuk mengambil untung yang berlebih,” pesannya.
Terkait pengawasan mutu dan keamanan pangan, Ari Panan menyampaikan bahwa tim gabungan bersama Dinas Kesehatan akan kembali turun ke lapangan pada hari-hari berikutnya. Fokus pengecekan meliputi barang makanan kedaluwarsa serta kebutuhan pokok dan barang penting lainnya seperti elpiji.
“Kami akan lanjutkan pengawasan agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Adapun harga sejumlah barang kebutuhan pokok yang terpantau di Pasar Tamiang Layang antara lain bawang merah Rp65.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, beras gilai Rp50.000 per gantang, beras Ampari Rp50.000 per gantang, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Komoditas lainnya yakni cabai merah besar Rp75.000 per kilogram, cabai keriting Rp75.000 per kilogram, cabai rawit Rp130.000 per kilogram, daging ayam ras Rp45.000 per ekor, telur ayam ras Rp33.000 per kilogram, Minyakita Rp18.000 per liter, dan Bimoli Rp21.000 per liter.
Sementara itu, tomat dijual Rp10.000 per kilogram, bawang bombai Rp35.000 per kilogram, daging sapi Rp160.000 per kilogram, tetelan sapi Rp100.000 per kilogram, ikan peda Rp45.000 per kilogram, bandeng Rp28.000 per kilogram, dan udang Rp100.000 per kilogram. Untuk daging ayam kampung Rp90.000 per ekor, kacang tanah Rp45.000 per kilogram, serta mentimun Rp8.000 per kilogram. (BME-1)






