Rutan Tamiang Layang Pererat Relasi Pegawai–WBP Lewat Makan Bersama

Melalui interaksi tanpa sekat, pihak Rutan ingin memastikan layanan pemasyarakatan berjalan transparan dan berkeadilan.

Makan bersama antara pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang digelar di selasar pendopo Rutan Tamiang Layang, Jumat, 12 Desember 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang terus menguatkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pembinaan pemasyarakatan. Salah satunya melalui agenda makan bersama antara pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang digelar di selasar pendopo rutan, Jumat, 12 Desember 2025.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, dan diikuti jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta Peserta Maganghub Batch 2.

Agenda tersebut tidak sekadar menjadi ruang kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi sekaligus monitoring dan evaluasi kualitas bahan makanan yang disajikan kepada WBP.

Melalui interaksi tanpa sekat, pihak Rutan ingin memastikan layanan pemasyarakatan berjalan transparan dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Agung Novarianto menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan, termasuk di lingkungan blok hunian. Namun demikian, suasana kekeluargaan dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional antara petugas dan WBP.

“Kebersamaan seperti ini bukan hanya untuk menjalin hubungan yang baik, tetapi juga memastikan seluruh layanan, termasuk makanan, benar-benar layak diterima WBP. Keamanan dan ketertiban tetap prioritas kita bersama,” ujarnya.

Agung kembali mengajak seluruh WBP untuk menjalani masa pembinaan dengan sikap beradab dan semangat perubahan. Ia memastikan jajaran petugas siap mendukung setiap proses positif yang dijalani warga binaan.

“Kami siap mendampingi setiap perubahan baik yang ingin kalian capai. Pembinaan adalah jalan untuk pulih, berkembang, dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Wahyu Cahyadi mengingatkan WBP agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta merawat aset Barang Milik Negara (BMN) yang digunakan sehari-hari. Menurutnya, kepedulian terhadap fasilitas merupakan bagian dari tanggung jawab pribadi yang berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan bersama.

BACA  Kadivpas Resmikan Pondok Pesantren Jalan Taubat Rutan Tamiang Layang

“Ompreng makanan, pakaian, hingga matras adalah fasilitas yang harus dirawat. Ini bukan hanya soal barang, tapi juga soal kesehatan dan disiplin diri,” tegas Wahyu.

Penguatan juga disampaikan Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban WBP. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan hak integrasi hanya dapat berjalan optimal apabila dibarengi kepatuhan terhadap aturan, kedisiplinan, serta keaktifan dalam program pembinaan.

“Program integrasi itu beriringan dengan kewajiban. Semakin patuh dan aktif mengikuti pembinaan, semakin terbuka pula kesempatan mendapatkan layanan integrasi,” kata Junaidi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan pemeriksaan menu makan oleh Karutan yang secara langsung menukar ompreng makanan dengan WBP guna memastikan kelayakan serta kecukupan gizi.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun terasa ketika seluruh peserta menyantap hidangan bersama, mencerminkan semangat pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan dan kemanusiaan. (BME-1)