Umum  

Kontingen Barito Timur Rebut 6 Gelar Juara pada Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII Kalteng

Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII merupakan agenda budaya dan keagamaan yang mempertemukan peserta dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Kontingen Kabupaten Barito Timur pada Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, 23–27 November 2025.

BERITA62.COM, Barito Utara – Kontingen Kabupaten Barito Timur mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih enam gelar juara pada Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, 23–27 November 2025.

Ketua Majelis Hindu Kaharingan Kabupaten Barito Timur, Hernanto, mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan matang dan dedikasi para peserta.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini menunjukkan bahwa putra-putri Barito Timur memiliki kemampuan kuat dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan keagamaan Kaharingan,” ujar melalui pesan WhatsApp, Rabu, 26 November 2025.

Enam penghargaan tersebut diraih melalui penampilan yang dinilai unggul di berbagai kategori. Di antaranya, Tema bersama Satia Karunia meraih Juara I pada kategori Pembacaan Kitab Suci Panaturan Dewasa Putri, sementara Tema juga kembali mengukir prestasi sebagai Juara I kategori Pandehen Dewasa Putri.

Selain itu, Barito Timur juga menempati posisi Juara I pada kategori Menjawet Sarana Ritual Hindu Kaharingan.

Untuk kategori anak-anak, Paren sukses merebut Juara I Kandayu Perorangan Putra. Pada kategori lainnya, Ambo meraih Juara III Manandak Dewasa Putra, dan kontingen Barito Timur juga memperoleh Juara III kategori Kandayu Beregu Dewasa Putra.

Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII merupakan agenda budaya dan keagamaan yang mempertemukan peserta dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Ajang ini menampilkan beragam kompetisi seni, ritual, serta keterampilan tradisional sebagai upaya memperkuat identitas dan pelestarian budaya Kaharingan.

Menurut Hernanto, selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga berperan penting sebagai wadah pembinaan dan pelestarian nilai-nilai adat.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang lebih utama adalah bagaimana generasi kita bisa terus memahami, menghayati dan menjaga ajaran leluhur,” tegasnya.

Keberhasilan Barito Timur dalam meraih enam gelar juara ini disambut antusias masyarakat dan pemerintah daerah. Prestasi tersebut dinilai sebagai bukti bahwa potensi keagamaan dan budaya lokal terus tumbuh dan berkembang, sekaligus memperkuat posisi Barito Timur dalam kegiatan tingkat provinsi. (BME-1)