Desa Simpang Bingkuang Gelar Pelatihan Pemetaan untuk Perkuat Kepastian Wilayah

Kemampuan pemetaan yang baik juga diperlukan untuk menunjang administrasi pertanahan, khususnya dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) di tingkat desa.

Pelatihan Pemetaan dan Survei di Balai Desa Simpang Bingkuang Kabupaten Barito Timur, Minggu, 23 November 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Pemerintah Desa Simpang Bingkuang, Kabupaten Barito Timur, menggelar Pelatihan Pemetaan dan Survei di Balai Desa pada Minggu, 23 November 2025. Kegiatan ini melibatkan unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, hingga Karang Taruna, yang menjadi ujung tombak dalam pengelolaan wilayah desa.

Kepala Desa Simpang Bingkuang, Seno Hartano menuturkan bahwa pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengukur serta memetakan lahan secara mandiri menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS).

“Dengan pelatihan ini, kami berharap desa mampu mengukur lahan menggunakan GPS, mengetahui secara akurat luasannya, serta mampu menyusun peta wilayah desa secara mandiri,” ujarnya.

Seno menambahkan, kemampuan pemetaan yang baik juga diperlukan untuk menunjang administrasi pertanahan, khususnya dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) di tingkat desa.

“Jika desa bisa membuat peta sendiri, tentu penerbitan SKT menjadi lebih tertib dan memiliki dasar yang kuat,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan Senior Site GIS dan Mapping Associate PT KSL, Ganang Fajar Ramadhan, sebagai narasumber utama. Menurutnya, penguatan kapasitas pemetaan di tingkat desa menjadi langkah penting dalam memastikan status dan pemanfaatan ruang wilayah desa.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa diterapkan juga di desa-desa lain agar kepastian hukum suatu wilayah benar-benar terjamin,” jelas Ganang.

Ia menegaskan bahwa pemetaan yang akurat akan memberi dampak besar terhadap optimalisasi pembangunan desa.

“Dengan pemanfaatan ruang yang tepat, desa dapat mengelola potensi wilayahnya secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Pelatihan pemetaan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Desa Simpang Bingkuang dalam memperkuat tata kelola wilayah sekaligus mendorong percepatan dokumentasi aset dan lahan desa dengan akurasi data yang terpercaya. (BME-1)